Unduh Aplikasi

Kasus Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat, Satu Barang Bukti Beko untuk Dua Perkara

Kasus Tambang Emas Ilegal di Aceh Barat, Satu Barang Bukti Beko untuk Dua Perkara
Tim Polda Aceh menggerebek tambang liar di Aceh Barat. Dalam operasi itu, sejumlah alat berat ikut diamankan. Foto: Ist

ACEH BARAT - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat memastikan tujuh tersangka kasus tambang emas ilegal yang diamankan oleh Polres setempat pada Selasa, 23 Juni lalu akan P21 dalam minggu ini.

Kepala Kepolisian Resor Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Andrianto Argamuda melalui Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Ajun Komisaris Polisi Parmohonan Harahap mengatakan, saat ini pihaknya sedang melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

"Dalam tiga hari ini kemungkinan sudah P21, saat ini sedang melengkapi berkas perkaranya," kata AKP Parmohonan Harahap, saat dihubungi AJNN, Kamis (13/8).

Terkait barang bukti escavator atau beko yang sudah tidak ada lagi di depan dinas perhubungan setempat, Harahap menjelaskan kalau barang bukti telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat.

Baca: Tujuh Beko Illegal Mining Dipinjam Pakaikan ke Pemilik, Penahanan Tersangka Juga Ditangguhkan

Ia mengungkapkan pengembalian barang bukti tersebut itu ke Jaksa meski belum P21, karena beko yang diamankan itu ternyata juga menjadi barang bukti dalam kasus yang sama.

"Untuk bekonya sudah kami serahkan ke Jaksa. Kan itu juga barang bukti kasus yang sama. Beko itu juga menjadi barang bukti saat dilakukan penggerebekan oleh tim dari Polda Aceh kala itu," ungkapnya.

Atas dasar itu, kata dia, karena kasus penangkapan tujuh unit beko dengan lima tersangka oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Aceh dinyatakan P21, sehingga beko tersebut ikut diserahkan kepada Jaksa.

Komentar

Loading...