Unduh Aplikasi

Kasus Seksual Anak Bawah Umur di Pidie Ternyata Dikendalikan Muncikari

Kasus Seksual Anak Bawah Umur di Pidie Ternyata Dikendalikan Muncikari
Muncikari diamankan di Mapolres Pidie. Foto: AJNN/Salman

PIDIE - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pidie mengungkap fakta baru dibalik kasus tindak pidana khalwat dan ikhtilat serta perzinanaan yang dilakukan di rumah kosong di Kecamatan Kembang beberapa waktu lalu.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian didampingi Kasatreskrim Iptu Ferdian Candra kepada wartawan, Kamis (15/10) mengungkapkan, berdasarkan hasil pengembangan terhadap dua perempuan di bawah umur yang diamankan, bahwa mereka masuk dalam jaringan prostitusi dan dikendalikan oleh muncikari.

Kedua perempuan dibawah umur Mawar dan Melati (nama samaran) telah diperdagangkan kepada pria hidung belang atau penikmat seksual oleh muncikari sejak Juli hingga September 2020.

“Kedua perempuan tersebut diduga diperdagangkan kepada tiga pria hidung belang dengan bayaran Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu,” ujarnya.

Ferdian mengungkapkan, dari pengembangan dari keterangan kedua korban dan saksi lainnya dalam perkara tersebut, diperoleh hasil gelar perkara adanya tindak pidana lainnya yaitu TPPO dan TPPA dengan rekomendasi membuat Laporan Polisi baru di SPKT Polres Pidie dengan nomor LP : / 145 / X / RES.1.24 / 2020 / SPKT Polres Pidie, tanggal 13 Oktober 2020 tentang tindak pidana perdagagan orang dan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur, sebagaimana dengan pasal  2 Undang-undang Republik Indonesia tentang pemberantasan perdagangan orang dan pasal 76F Jo Pasal 81 Jo Pasal 82 Jo Pasal 83 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang atas perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Hasil pengembangan, kita berhasil menangkap seorang pelaku IFR (38) warga Kecamatan Kota Sigli pada 13 Oktober 2020 sekira pukul  20.00 WIB, pelaku diduga terlibat kasus perdagangan orang,” kata Ferdian.

Selanjutnya, keesokan hari 14 Oktober 2020 sekira pukul 15.00 WIB, Polis juga menangkap dua orang pelaku lain dalam kasus yang sama masing-masing berinisial IK (40) warga Kecamatan Indrajaya dan DI (26) warga Kota Banda Aceh. Sementara seorang pelaku lain IM masih dalam pengejaran.

“Modus operandi dalam kasus tersebut, penikmat seks mendatangi muncikari kemudian muncikari memperlihatkan para korban anak di bawah umur untuk dipilih,” cetus.

Komentar

Loading...