Unduh Aplikasi

Kasus Sabu 50 Kg, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Tidak Dihukum Seumur Hidup

Kasus Sabu 50 Kg, Kuasa Hukum Terdakwa Minta Tidak Dihukum Seumur Hidup
Sidang kasus kepemilikan 50 kg sabu. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Sidang kasus narkoba jenis sabu-sabu 5o kg masih terus berlangsung di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Senin (21/10).

Meski pekan lalu sidang terhadap empat terdakwa IS (36), HS (26), IR (27) dan MA (26) sempat tertunda, namun hari ini berlangsung lancar di ruang sidang Garuda, dengan agenda pembacaan pledoi dari Kuasa Hukum terdakwa.

Kuasa Hukum terdakwa, Anita Karlina mengatakan, dalam pledoi tersebut pihaknya memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara dalam jangka waktu tertentu, dari tuntutan sebelumnya seumur hidup.

“Kami dari kuasa hukum, juga meminta supaya terdakwa diberikan kebebasan agar dapat kembali berkumpul kepada masyarakat serta berkumpul kembali dengan keluarga mereka,” katanya saat dihubungi AJNN, melalui telepon seluler.

Sambungnya, setelah pihaknya membacakan pledoi, Jaksa Penuntut Umum langsung menanggapi secara lisan. Dan dari JPU sendiri tetap kokoh pada tuntutannya yakni hukuman mati.

“Kami pun akan tetap melakukan pembelaan. Mudah-mudahan Majelis Hakim mengabulkan pembelaan tersebut serta memberikan putusan seringan-ringannya,” ungkapnya.

Baca: Empat Terdakwa Kasus 50 Kg Sabu di Lhokseumawe Dituntut Hukuman Mati

Sementara untuk sidang kedepan, 17 November 2019, diagendakan untuk sidang pembacaan vonis (putusan) oleh Majelis Hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut empat terdakwa terlibat kasus narkoba jenis sabu-sabu seberat 50 kilogram di Lhokseumawe dengan pidana mati, dalam persidangan yang berlangsung di ruang Sidang Garuda, PN Kota Lhokseumawe, Jumat (4/10).

“Mereka terbukti melanggar pasal 114ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati,” kata JPU, Al Muhajir.

Sambungnya lagi, pertimbangan pidana mati itu karena perbuatan mereka sangat tidak mendukung upaya Pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan narkoba. Selain itu juga sangat merugikan bangsa dan Negara.

“Perbuatan mereka juga banyak menimbulkan korban kususnya di generasi muda,” ungkapnya.

Komentar

Loading...