Unduh Aplikasi

Kasus Replanting Sawit Mulai Diusut, GeRAK Apresiasi Kejati Aceh

Kasus Replanting Sawit Mulai Diusut, GeRAK Apresiasi Kejati Aceh
Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, yang telah mulai melakukan penyelidikan terkait Program Replanting Sawit (Peremajaan Sawit) di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejati Aceh yang melakukan pemanggilan kepada pihak yang melakukan pengelolaan Replanting Sawit," kata Edy Syah Putra, Senin (26/10).

Pemanggilan tersebut, kata Edy, sebagai bagian dari upaya untuk mengetahui secara jelas atas dugaan adanya indikasi kerugian negara dalam pekerjaannya di lapangan. 

Baca: Usut Program Replanting Sawit, Kejati Surati Kadis Perkebunan dan Pertenakan Aceh Barat

"Kami tetap melakukan pengawalan atas kasus ini, dimana hal ini untuk mengetahui secara jelas proses penegakannya," ujarnya.

Edy mengaku tidak ingin program replanting sawit yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada badan pengelolaan kelapa sawit yang kemudian meneruskannya kepada pihak lain ditingkat kabupaten yaitu Koperasi Produsen Mandiri Jaya Beusaree menjadi program sia-sia. 

"Dari dokumen yang kami dapatkan, anggarannya mencapai Rp 32,5 miliar. Apa yang kami laporkan kepada Kejati Aceh setelah kami mendapatkan laporan awal dari masyarakat petani sawit di lapangan dan kemudian menemukan sejumlah fakta yang kami indikasikan adanya potensi kerugian negara dan pengelolaannya yang tidak profesional," ungkapnya.

Komentar

Loading...