Unduh Aplikasi

Kasus Prostitusi di Aceh Selatan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Kasus Prostitusi di Aceh Selatan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Polisi menetapkan RO (22) seorang laki-laki yang sehari-hari berkerja sebagai resepsionis di hotel yang berada di kawasan Tapak Tuan, sebagai tersangka atas kasus dugaan tindakan prostitusi di hotel tempat ia berkerja.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST melalui Kasat Reskrim Iptu Zeska Julian mengatakan penetapan RO sebagai tersangka dilakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi secara maraton, pasca pihaknya melakukan penggerebekan terkait kasus asusila di Kabupaten Aceh Selatan, pada Minggu (20/10) dinihari.

“Kami sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka, atas perannya sebagai mucikari,“ kata Zeska kepada AJNN, Selasa (22/10).

Baca: Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Satu Hotel di Aceh Selatan Digerebek Polisi

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dan dilakukannya gelar perkara, pihaknya mendapatkan bukti yang kuat atas peran RO sebagai mucikari. Atas bukti permulaan ini, maka kasus ini dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Zeska menuturkan, dalam waktu dekat polisi juga akan memanggil pemilik hotel tersebut, untuk dimintai keterangannya terkait apakah ia mengetahui praktik prostistusi di hotel miliknya, yang menurut pengakuan RO sudah dilakoni selama 1 tahun belakangan.

“Kami tetap mengedepan presumption of innonce (praduga tak bersalah). Namun, setelah kami lakukan gelar perkara dan cukup bukti untuk naik ke sidik. Pemilik hotel juga akan kami panggil,“ tuturnya.

Lebih lanjut, terang Zeska, berdasarkan kasus yang terjadi, maka hanya mucikari yang dapat dijerat hukum. Sedangkan untuk AN dan RP, selaku terduga penyedia dan pengguna jasa prostitusi status mereka hanya sebagai saksi sekaligus korban dan cuma dikenakan wajib lapor.

Sementara itu, wajib lapor juga dikenakan terhadap dua orang pria lainnya yang menyewa kamar hotel itu secara bulanan. Hal ini dilakukan karena mereka juga sempat dimintai keterangan, dalam kapasitas sebagai saksi oleh polisi.

Terkait perbuatannya, tersangka RO selaku mucikari dikenai pasal 296 jo. pasal 506 KHUP, dengan ancaman kurungan penjara selama satu tahun empat bulan penjara. Saat ini, terhadap RO juga tidak dilakukan penahanan.

“Tersangka tidak kami tahan, karena ancaman hukumannya dibawah 5 tahun penjara,“ ujarnya.

Komentar

Loading...