Unduh Aplikasi

Kasus Penyebar Video Ma’ruf Amin, Terdakwa Dituntut 10 Bulan Penjara

Kasus Penyebar Video Ma’ruf Amin, Terdakwa Dituntut 10 Bulan Penjara
Sidang penyebar video Ma’ruf Amin di Kantor Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Sidang lanjutan perkara penyebar video Ma’ruf Amin menggunakan pakaian santa claus kembali digelar di Kantor Pengadilan Negeri, Kota Lhokseumawe, Kamis (9/5). Sidang kali ini diagendakan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pantauan AJNN, sidang yang digelar sekitar pukul 11.30 WIB, dipimpin langsung oleh Hakim Ketua, Azhari dan Hakim Anggota Sulaiman dan Kasim. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Al-Muhajir.

Sidang kali ini terlihat sepi dari kerabat terdakwa, ruangan sidang Cakra terlihat kosong. Dan hanya diisi oleh Hakim, JPU, Kuasa Hukum, Terdakwa dan sejumlah awak media.

Jaksa Penuntut Umum Al-Muhajir, menyatakan bahwa Safwan bin Ahmad Dahlan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan alternatif kedua melanggar pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan trnasaksi elektronik (ITE).

“Oleh karena itu JPU menjatuhkan tuntutan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan dikurangkan selama terdakwa ditahan, selain itu terdakwa juga dibebankan membayar biaya perkara sebesar Rp 2 ribu,” kata Muhajir.

Baca: Sidang Perkara Penyebaran Video Ma’ruf Amin, Ini Kata Saksi Ahli Hukum Islam

Sementara itu, Kuasa Hukum terdakwa, Armia mengatakan, jaksa berkesimpulan menuntut dengan dakwaan yang kedua, intinya tentang kebencian SARA. Pihaknya melihat dari sisi positif bahwa jaksa pertama sudah menyimpulkan dakwaan pertama dan ketiga di anulir sendiri.

“JPU tidak berkeyakinan lagi dengan dakwaan pertama dan ke tiga, mereka berkeyakinan dengan dakwaan yang ke dua. Nah dari segi tuntutan yang ringan satu sisi kita beterimakasih, disisi lain ini menunjukkan keragu-raguan dari jaksa, dan tidak berani menuntut maksimal,” ungkap Armia.

Lanjutnya lagi, berdasarkan fakta persidangan bahwa dakwaan kedua jaksa, sama sekali tidak berdasar karena dari tiga saksi yang diajukan JPU bukan dari saksi kuasa hukum, kompak mengatakan mereka diperiksa secara terpisah dari polisi, yang mengatakan korban adalah Ma’ruf Amin secara pribadi.

“Nah kalau Ma’ruf Amin secara pribadi berarti tidak termasuk SARA, ini merupakan delik aduan, ini tidak terbukti. Kita juga konfirmasi dengan terdakwa kalau ini tidak berkaitan dengan politik,” ujarnya.

Sambungnya, pihaknya akan melakukan Pledoi dijadwalkan tanggal 13 Mei 2019 di sana pihaknya akan membantah semua tutntutan Jaksa, dan juga akan menuntut supaya terdakwa bebas dari segala tuntutan dan direhabilitasi nama baiknya.

Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Aceh Barat
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...