Unduh Aplikasi

Kasus Pengrusakan Pangkalan LPG, Mahasiswa Minta Hakim Vonis Bebas Mursyidah

Kasus Pengrusakan Pangkalan LPG, Mahasiswa Minta Hakim Vonis Bebas Mursyidah
Sidang perkara pengrusakan Pangkalan Elpiji di PN Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe memvonis bebas Mursyidah, terdakwa perusakan pangkalan LPG di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

“Hakim harus memvonis bebas Mursyidah, atas pertimbangan kemanusiaan,” kata Ketua BEM FH UNIMAL, Muhammad Fadli, Kamis (31/10).

Fadli menambahkan, pihaknya mempertanyakan kenapa pemilik pangkalan LPG tersebut tidak diproses hukum. Padahal sudah terbukti menimbun gas LPG 3 Kilogram, dan barang bukti juga sudah diamankan ke Mapolres Lhokseumawe.

“Padahal pada masa Kapolri Tito Karnavian telah menyampaikan, dengan tegas akan memidanakan pangkalan-pangkalan jahil, yang merugikan masyarakat miskin dengan penimbunan,” ujar Fadli.

Baca: Perkara Pengrusakan Pangkalan LPG, Mursyidah Dituntut 10 Bulan Penjara

Sambung Fadli, penimbunan gas tersebut telah melanggar Permen ESDM No 21 Tahun 2007 Tentang penyelenggara penyedia dan pendistribusian Gas Tabung 3 Kg kemudian juga UU No. 07 Tahun 1955 tentang pengusutan tindak pidana ekonomi sesuai Pasal 6 Ayat (1) Huruf d

“Kami dari BEM Hukum Unimal meminta majelis hakim agar memvonis atau memberikan putusan terhadap Mursyidah tanggal 5 November 2019, atau selasa ini dapat melihat kasus dalam kacamata yang objektif dan professional,” tuturnya.

Tambahnya, hakim harus menjadi corongnya undang-undang sesuai dengan azaz bouchedelaloi. Juga harus melihat nilai lain dari kasus ini bukan hanya dari aspek yuridis, namun juga dari aspek sosiologis

“Kami meminta hakim memvonis bebas Mursyidah, atau minimal hukuman percobaan yaitu terpidana tidak menjalankan hukuman di lembaga pemasyarakatan,” ucapnya.

Komentar

Loading...