Unduh Aplikasi

Kasus Penggerebekan Pangkalan Elpiji di Meunasah Masjid Dipertanyakan

Kasus Penggerebekan Pangkalan Elpiji di Meunasah Masjid Dipertanyakan
Polisi saat melakukan pengrebekan pangkalan “Bright Gas UD Herianti” di Meunasah Masjid Lhoksumawe, Sabtu (24/11) malam. Foto: AJNN.Net/Sarina.

LHOKSEUMAWE – Kuasa Hukum terdakwa Mursyidah mempertanyakan kasuspenggerebekan pangkalan elpiji bright gas UD Herianti di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

“Dalam hal ini, kami mempertanyakan, kenapa proses pangkalan yang diduga melakukan kecurangan ini tidak ada tindak lanjut,” kata Zulfa Zainuddin kepada AJNN, Selasa (29/10).

Zulfa semenambahkan, pangkalan itu tutup dan dicabut izinnya saja, padahal aparat penegak hukum sudah menyita sejumlah tabung gas yang terbukti ada isinya.

Baca: Polisi Gerebek Pangkalan Elpiji di Meunasah Masjid Lhokseumawe

“Ini yang kita pertanyakan, kenapa kasus ini ditutup. Dan kita dari Kuasa Hukum terdakwa sendiri ke depan akan upayakan langkah-langkah hukum lainnya,” tuturnya.

Dikabarkan sebelumnya, Tim Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe menggrebek pangkalan elpiji bright gas UD Herianti di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Sabtu (24/11).

10 tabung elpiji 3 kilogram diamankan petugas dari pangkalan yang digrebek karena diduga berlaku curang itu. Penggerebekan dilakukan personel kepolisian Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIB itu WIB.

Penggrebekan berawal kemarahan warga yang sebelumnya sempat mengamuk karena kesal tidak mendapatkan tabung elpiji 3 kilogram meski telah mengantri berjam-jam untuk mendapatkannya.

Komentar

Loading...