Unduh Aplikasi

Kasus Penggelapan Uang Calon Jamaah Umrah, Polda Aceh Tahan Akmal Hanif

Kasus Penggelapan Uang Calon Jamaah Umrah, Polda Aceh Tahan Akmal Hanif
Pemilik PT Elhanif Tour dan Travel ditetapkan tersangka. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - H. Akmal Hanif dengan inisial AH ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Aceh. Bekas caleg DPR RI itu terlibat kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang calon jamaah umrah. 

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono menyebutkan pengungkapan penipuan dan penggelapan uang jamaah umrah yang dilakukan oleh tersangka AH atas tindak lanjut laporan korban Faida Rahmi dan Zuebaini sebagai agen travel Elhanif Tour perwakilan Aceh Tengah serta 45 korban lainnya.

Elhanif Tour perwakilan Aceh Tengah itu diberi tugas merekrut calon jamaah haji dan umrah yang akan diberangkatkan melalui agen perjalanan PT Elhanif Tour and Travel yang dipimpin tersangka AH.

"Ada sekitar 45 orang jamaah yang telah melunasi pembayaran tidak diberangkatkan oleh perusahaan Elhanif Tour pada 2018 hingga 2019," kata Ery Apriyono didampingi Wadir Reskrimum, AKBP Wahyu Kuncoro, Jumat (4/12).

Ery menyebutkan awalnya 45 orang calon jamaah itu telah melunasi pembayaran kepada korban Faida Rahmi dan Zuebaida, agen perwakilan Aceh Tengah dengan biaya umrah per jamaah Rp 17 juta hingga Rp 23 juta. 

Baca: Pimpinan Elhanif Tour Dilaporkan ke Polda atas Kasus Penipuan dan Penggelapan Uang Jamaah

"Kemudian agen perwakilan Aceh Tengah menyetor uang calon jamaah sebesar Rp 891 juta ke bendahara PT Elhanif Tour dan Travel," sebut Ery. 

Namun, sampai tahun 2020 tidak ada calon jamaah yang diberangkatkan oleh pihak PT Elhanif Tour dan Travel. Dari pengakuan tersangka, perusahaan yang dipimpinnya mengalami kebangkrutan.

"Uang calon jamaah umrah itu digunakan untuk menutupi hutang tersangka. Kemungkinan ada korban lainnya dalam kasus ini," kata Ery. 

Dalam kasus penipu dan penggelapan uang calon jamaah umroh, sebut Ery, penyidik telah memeriksa 45 orang saksi. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya. 

"Tersangka saat ini kita tahan untuk proses hukum selanjutnya. Total kerugian yang dialami 47 orang korban itu sebesar Rp891 juta," ungkap Kabid Humas Polda Aceh.

Komentar

Loading...