Unduh Aplikasi

Kasus Pengancaman Wartawan, IMIKI Aceh Duga Kapolres Lakukan Pembohongan Publik

Kasus Pengancaman Wartawan, IMIKI Aceh Duga Kapolres Lakukan Pembohongan Publik
Unjuk rasa mahasiswa di Mapolres Aceh Barat. Foto: AJNN/Darmansyah

ACEH BARAT - Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Aceh menduga Kepala Kepolisian Resor Polres Aceh Barat, Andrianto Argamuda melakukan pembohongan publik terkait dengan pelimpahan berkas kasus pengancaman wartawan ke Kejaksaan Negeri Aceh Barat.

Dugaan adanya pembohongan publik tersebut disampaikan Sekretaris Jendral IMIKI Aceh, Oges lantaran dalam berkas perkara P-19 yang dilimpahkan polisi ke Kejaksaan tidak melampirkan surat dewan pers.

"Kami dari IMIKI Pusat dan IMIKI wilayah telah mengkaji terkait kasus ini. Yang kami kecewakan tetang surat dewan pers yang telah sampai ke Kapolres, ada pernyataan yang kami duga pembohongan publik yang dijelaskan oleh Kapolres bahwasanya telah melimpahkan alat bukti lengkap,"

"Padahal ada satu ada suatu alat bukti yang sangat kuat surat dewan pers tidak dimasukkan dalam barang bukti," kata Oges, kepada wartawan usai melakukan aksi bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar Meulaboh, Rabu, (29/1) di halaman Markas Besar Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat.

Oges menduga adanya permainan di Kepolisian setempat dalam penanganan kasus dugaan pengancaman terhadap pers yang dialami Aidil Firmansyah, lantaran surat dewan pers yang menyebutkan kasus pengancaman yang dialami Aidil merupakan delik pers malah tidak dijadikan satu alat bukti tambahan.

Komentar

Loading...