Unduh Aplikasi

Kasus Pemukulan Keuchik Lampulo, Terdakwa Muzakir Tulot Mengaku Khilaf

Kasus Pemukulan Keuchik Lampulo, Terdakwa Muzakir Tulot Mengaku Khilaf
Sidang pemukulan Keuchik Lampulo di PN Banda Aceh. Foto: AJNN.Net/Tommy.

BANDA ACEH - Sidang kasus pemukulan terhadap Keuchik Lampulo oleh Muzakir Tulot bergulir di Pengadilan Negeri Banda Aceh dengan agenda mendengarkan saksi, Rabu (30/10)

Dalam persidangan, terdakwa Muzakir Tulot mengaku khilaf telah memukul Keuchik Lampulo, Samsul Mukhtar.

Pernyataan itu disampaikan terdakwa, saat hakim yang dipimpin ketua majelis hakim Totok Yanuarto menawarkan agar kedua belah pihak melakukan jalan damai dalam kasus tersebut.

"Saya manusia tidak luput dari kesalahan, jika yang bersangkutan mengijinkan, saya bersedia meminta maaf pak Hakim," ungkap Muzakir Tulot.

Sementara, Samsul selaku pelapor menyatakan pikir-pikir atas tawaran dari majelis hakim untuk melakukan damai.

"Saya pikir-pikir dulu majelis hakim, kejadian ini telah menjatuhkan harga diri saya, kejadiannya di muka umum disaksikan banyak orang di masjid," katanya.

Baca: Keuchik Lampulo Dibogem Kadis Perhubungan Banda Aceh

Sidang agenda saksi, JPU menghadirkan dua orang saksi untuk dimintai keterangan di persidangan. Kedua saksi tersebut pihak pelapor dan satu orang masyarakat Lampulo atas nama M.Yusuf yang melihat kejadian itu.

Dari keterangan saksi pelapor, terdakwa Muzakir Tulot melakukan penganiayaan terhadap dirinya usai saat salat Isya di Masjid Al Falaq, gampong setempat dengan tiba-tiba. Akibat pemukulan itu, wajah bagian kiri mengalami memar.

"Wajah bagian kiri saya memar terkena pukulan terdakwa, kejadian pemukulan itu dilakukan secara tiba-tiba," kata Saksi Samsul.

Sementara keterangan saksi M.Yusuf mengakui melihat kejadian pemukulan itu, bahkan pihaknya mencoba melerai keduanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saat kejadian saya mencoba memisahkan agar pemukulan itu tidak berlanjut," sebut M.Yusuf.

Sidang ditunda pekan depan dengan agenda menghadirkan kembali saksi-saksi termasuk memintai keterangan dari terdakwa.

Komentar

Loading...