Unduh Aplikasi

Kasus Pemukulan, Bupati Aceh Barat Merasa Diperas

Kasus Pemukulan, Bupati Aceh Barat Merasa Diperas
Bupati Aceh Barat, Ramli MS. Foto: Ist

ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat, Ramli MS mengaku diperas ratusan juta dalam upaya damai antara dirinya dengan Zahidin alias Teungku Janggot, warga Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, atas insiden dugaan pemukulan yang terjadi di pendopo bupati pada 18 Februari 2020 lalu.

Ramli mengetahui dirinya diperas ratusan juta saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sungai Mas, pada Rabu (27/5), dan bertemu dengan Pimpinan Dayah Desa Gleng, Teungku Idrus.

Saat itu, ada rekan dari korban yang datang ke Dayah pimpinan Teungku Idrus untuk meminta mediasi perdamaian dengan dirinya. Namun dalam perdamaian tersebut, Ramli diminta membayar uang sebesar Rp 500 juta.

"Kemarin saya ke Sungai Mas, disana ada pimpinan Teungku Idrus. Ada datang dari Beutong Atas, minta damai dengan catatan saya harus bayar Rp 500 juta kepada mereka. Sehingga saya berfikir saya tidak pernah ada hutang sama mereka," kata Ramli MS, Kamis (28/5).

Ramli menilai perdamaian dengan membayar biaya bernilai ratusan juta tersebut merupakan sebuah bentuk pemerasan. Dimana damai harusnya tidak perlu uang hingga ratusan juta. Karena selain uang damai, mereka juga meminta kepadanya menanggung biaya pencabutan perkara di Polda Aceh sebesar Rp 300 juta.

"Jadi kalau saya kalkulasikan bisa mencapai Rp 800 juta," ungkapnya.

Saat ini, ia mengaku mulai memetakan aktor politik dibalik peristiwa tersebut. Bahkan sudah mengetahui aktor utama dalam politik tersebut.

Baca: Polda Aceh Masih Menunggu Izin Presiden Periksa Bupati Aceh Barat

Orang nomor satu di Aceh Barat itu mengaku sudah didatangi dua orang saksi kunci dalam kasus dugaan pemukulan itu. Dimana salah satu saksi, Azis meminta kepadanya agar kasus tersebut diselesaikan secara damai.

"Mereka (dua orang) dari saksi, malah si Azis ini mengaku sebagai saksi kunci," ungkap Ramli.

Dimana dalam pertemuan itu Azis mengaku ingin menjumpai Teungku Jenggot untuk menjembatani proses perdamaian. Ramli malah mempersilahkan niat baik itu.

"Ketika mereka bilang akan datang ke Teungku Jenggot untuk menjembatani perdamaian saya bilang Alhamdulillah, tapi lebih bagus prosedur hukum saya bilang," ungkapnya.

Politisi Partai Aceh itu mengaku sudah siap melanjutkan proses hukum terhadap kasus yang menimpanya itu.

"Jika kasus ini berjalan damai Alhadulillah, dan kalau dilanjutkan dalam proses hukum, saya juga siap, karena dalam video saya dapat membuktikan tidak ada kasus pemukulan," ujarnya.

Komentar

Loading...