Unduh Aplikasi

Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Serambi Indonesia Ditingkatkan ke Penyidikan  

Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Serambi Indonesia Ditingkatkan ke Penyidikan  
Kondisi rumah wartawan Harian Serambi Indonesia, Asnawi usai dibakar OTK. Foto untuk AJNN.

BANDA ACEH  - Polisi telah meningkat kasus dugaan pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan, Setelah 1,5 tahun mangkrak di Polres Aceh Tenggara.

"Kami telah melakukan gelar perkara di Mapolres dan kasus dugaan pembakaran rumah wartawan serambi kini ditingkatkan ke tahap penyidikan," ujar Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Suparwanto SH MH kepada korban tiga hari lalu.

Kasat Reskrim AKP Suparwanto mengatakan bahawa dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa sekitar 11 orang saksi. Pihak Sat Reskrim saat ini juga sedang mengembangkan kasus ini dan memburu pelaku pembakaran rumah wartawan. 

Baca: Keseriusan Polisi Dipertanyakan Terkait Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Agara

Asnawi Luwi yang merupakan korban rumah dibakar, kepada AJNN mengatakan, kasus pembakaran rumahnya sudah cukup lama mangkrak di Polres Aceh Tenggara.

Selama penenganan kasus  ini, sudah dua Kasat Reskrim dan satu Kapolres berganti, namun belum juga terungkap. Namun, sejak Kasat Reskrim yang baru AKP Suparwanto yang beberapa bulan bertugas di Polres Agara dan dibantu Tim yang Ketua Tim (Katim) Penyidikan, Iptu Sabrianda Kasat Sabhara yang kini telah menjabat Kasat Narkoba Polres Agara, kasus ini mulai mempunyai titik terang untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Sat Reskrim Polres Agara. 

"Kita menaruh kepercayaan dan harapan agar kasus ini tuntas sampai ke meja hijau dan pelakunya ditangkap, apalagi kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan," ujar Asnawi.

Asnawi selaku korban meminta polisi mengungkap siapa pelaku pembakaran dan menbongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya. 
Korban juga berharap kepada Kapolri dan Kapolda Aceh agar kasus ini menjadi skala prioritas yang menjadi kado istimewa tahun 2021.

Dalam kejadian pembakaran rumahnya di Agara, satu unit mobil mobilio dan rumah beserta isinya hangus terbakar. Kerugian yang dialaminya mencapai Rp500 juta.

Sebelumnya, kepada Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin alias Dek Gam, korban juga sudah sering berkomunikasi dan menyampaikan surat lewat whatshaap, berharap agar kasus ini dikawal agar sampai ke meja hijau. Dia juga telah menyampaikan menyampaikan pesan kepada Kapolri, sehingga ada kepastian dan keadilan hukum baginya yang masih diselimuti rasa was-was walaupun dibawah Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Jakarta. 

Asnawi menduga kasus ini ada kaitan dengan pembunuhan berencana sekeluarga. Karena, pada saat dirinya tidak dirumah pelaku tidak melakukan eksekutor, namun, dirinya pulang dari Banda Aceh dan pelaku baru melakukan misinya dengan membakar rumah ketika pemiliknya semua di rumah. 

Kejadian Pembakaran rumahnya yang terjadi pada 30 Juli 2019 di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara 

itu menurut Asnawi adalah perencanaan yang sudah cukup matang. Dia yakin pembakaran rumahnya memang dilakukan orang yang profesional dan cukup rapi.

"Polisi harus menelusuri hingga membuka SMS dan percakapan dengan melibatkan PT Telkomsel dan Tim IT Mabes Polri, terhadap semua voice seminggu sebelum terjadi pembakaran rumah saya hingga seminggu setelah rumah selesai dieksekusi pelaku," ujar Asnawi.

Asnawi menambahkan,sebelumnya dia juga sempat melayangkan surat kepada Presiden RI, Kapolri, Menkopolhukam, Komnas HAM RI, Kompolnas, Komisi III DPR RI, LPSK, Dewan PERS, dan Kadiv Propam Mabes Polri. 

"Surat itu saya kirim karena akibat tidak adanya pastikan hukum dalam perkara yang saya alami. Bahkan, beberapa kali penyidik dikonfirmasi mereka enggan membalas whatshapp dan telepon," ungkapnya.  

"Alhamdulillah, dalam tiga hari ini saya dikabari Kasat Reskrim, AKP Suparwanto yang menyatakan kasus tersebut sudah digelar perkara bersama Tim yang dibentuk sebelumnya dan kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan dan kita berharap SPDP diberikan korban secara detail," Sambung Asnawi Luwi. 

Komentar

Loading...