Unduh Aplikasi

Kasus Nelayan Tangkap Ikan Pakai Kompresor, Hakim Vonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

Kasus Nelayan Tangkap Ikan Pakai Kompresor, Hakim Vonis Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa
Ilustrasi. Foto: Net

SIMEULUE - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sinabang, menyatakan 14 nelayan yang menggunakan kompresor saat menangkap ikan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perikanan. 

Pada sidang yang dilaksanakan secara terbuka dan online tersebut Ketua Majelis Hakim Jamaluddin, S.H., M.H membacakan vonis terhadap 14 terdakwa dalam tiga perkara secara terpisah pada Rabu (10/6).
 
“Mengadili, menyatakan terdakwa Budi Muliono, Tuhu Widodo Putra, Andriansyah, Yelman, Arif Rahman Santoso, Dedi Murdani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dengan sengaja membawa dan menguasai alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh nelayan kecil sebagaimana dalam dakwaan tunggal. Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama empat bulan,” kata Jamaluddin, yang diterima AJNN, Jumat (11/6).

Baca: Nelayan Simeulue yang Tangkap Ikan Pakai Kompresor Dituntut 4 Bulan Penjara

Pada dua sidang selanjutnya dengan terdakwa Muliatim, Ilham Riski, Ahmad Rajiffandi serta terdakwa kasus yang sama yaitu Harun Janil, Muddalamin, Rusman, Hamdan, Armada hakim memvonis terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama lima bulan. 

Untuk dua kasus tindak pidana perikanan itu, hukuman yang diberikan hakim lebih tinggi dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Diberitakan sebelumnya, JPU menyampaikan tuntutan yang sama terhadap seluruh terdakwa. Jaksa menyampaikan agar majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap masing-masing tedakwa dengan pidana penjara selama 4 bulan dan denda masing masing sebesar 2 Juta rupiah subsider 2 bulan penjara. 

Namun pada sidang putusan hari ini, Hakim tidak menjatuhkan pidana denda kepada seluruh pelaku sebagaimana tuntutan jaksa.
 
Terhadap barang bukti yang digunakan seluruh terdakwa secara terpisah hakim menetapkan 3 unit kompresor dirampas untuk negara. Barang bukti lainnya berupa 2 unit kapal motor tanpa nama masing-masing dikembalikan kepada Terdakwa Budi Muliono dan Muliatim. 

Sementara 1 unit kapal motor Sinar Intan dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk digunakan pada pemeriksaan dan pembuktian dalam perkara lain. 

Sedangkan beberapa peralatan yang digunakan para terdakwa dalam operasi penangkapan ikan yang sebelumnya juga disita sebagai barang bukti oleh hakim sebahagian di tetapkan dirampas untuk negara dan ada juga yang dirampas untuk dimusnahkan.
 
Sebelumnya, seperti yang telah diberitakan AJNN tahun lalu, sembilan orang warga (nelayan) dari beberapa desa di Kecamatan Teupah Selatan dan Teupah Barat Kabupaten Simeulue diamankan personil Sat Pol Airud Polres Simeulue karena menangkap ikan dengan menggunakan alat bantu kompresor (15/12). 

Baca: Pakai Kompresor Tangkap Ikan, Polres Simeulue Amankan Sembilan Warga

Adapun lima terdakwa lainnya merupakan nelayan kompresor yang diamankan oleh Pokmaswas Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pinang Pulau Siumat dan Pulau Simanaha. Proses hukum terhadap 14 orang tersebut berlanjut hingga akhirnya divonis oleh Hakim pada Pengadilan Negeri Sinabang.

Komentar

Loading...