Unduh Aplikasi

Kasus Narkoba, Pencabulan, dan Pencurian Tinggi di Aceh Singkil

Kasus Narkoba, Pencabulan, dan Pencurian Tinggi di Aceh Singkil
ACEH SINGKIL - Kapolres Aceh Singkil AKBP.M Ridwan.SIK menyebutkan ada tiga tindak pidana yang saat ini menonjol di wilayah hukumnya, yakni masing-masing penyalagunaan narkoba, pencabulan atau pelecehan seksual, dan pencurian. Ketiganya menjadi top kasus yang ditangani Kepolisian saat ini.

Hal itu sebagaimana diungkapkan M Ridwan dalam kegiatan Saweu Kedai Kupi bersama sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, kepala kampong, dan perwakilan perusahaan perkebunan di Rimo Kecamatan Gunung Meriah, Jumat (5/8).

"Ada tiga kasus yang menonjol di Singkil. Beberapa bulan ini saja kami tangani 29 kasus narkoba, kemudian pencabulan dan pencurian sawit," kata M Ridwan.

Kasus narkoba teranyar yang ditangani polisi, kata Mantan Kaden Sat A Brimob Polda Bengkulu itu adalah penangkapan enam orang yang kedapatan mengkonsumsi ganja di wilayah Kecamatan Singkil, parahnya diantara mereka ada yang masih berstatus pelajar dan anak dibawah umur.

"Dua malam lalu tim patroli kami menangkap enam orang, salah satunya pelajar, mereka ini berkumpul-kumpul dan mengkonsumsi ganja, dari enam orang yang kami amankan itu, setelah diperiksa dua orang kami tahan, emapat lainya kami nasehati dan dipulangkan," ujarnya.

Untuk itu, Ridwan berharap agar kasus-kasus tersebut menjadi perhatian semua pihak. Para tokoh masyarakat harus dapat memainkan peranya dalam mencegah terjadinya tindak kejahatan itu, sebab polisi tak akan bisa bekerja sendirian menuntaskannya.

"Kami harus sepakat memerangi ini, peran ulama dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan. Walaupun daerah kami kantibmasnya secara keseluruhan cukup aman, tapi tiga kasus ini harus jadi perhatian semua," harapnya.

Sementara itu, dalam diskusi yang berjalan hingga menjelang Salat Jumat itu, Zakirun Pohan, dosen Perguruan Tinggi Swasta ternama di Aceh Singkil yang turut hadir mengatakan selain narkoba, pencabulan dan pencurian, yang perlu di waspadai saat ini adalah maraknya penyalagunaan lem yang dilakukan oleh pelajar.

"Penyalagunaan lem saat ini juga sudah sangat marak, di Simpang Kanan, dalam seminggu lem katanya bisa laku sampai sembilan dus, yang beli rata-rata katanya pelajar, SD, SMP dan seterusnya, ini harus ada pengawasan dari Polisi dan kita semua" Kata Zakirun.

Isu lain yang muncul dalam diskusi itu antara lain pecegahan money politik dalam Pilkada 2017, pengawasan anggaran desa yang diduga banyak disalahgunakan, sampai harga sawit dan dugaan adanya kecurangan timbangan di Pabrik Kelapa Sawit yang merugikan petani.

Komentar

Loading...