Unduh Aplikasi

Kasus Narkoba di Aceh Meningkat

Kasus Narkoba di Aceh Meningkat

BANDA ACEH - Kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) di Aceh meningkat pada tahun 2016.

"Ada peningkatan kasus narkoba yang ditangani kepolisian daerah (Polda) Aceh antara tahun 2015 dengan tahun 2016," kata Kapolda Aceh Irjen Pol Rio Septianda Djambak, pada penyampaian kinerja Polda Aceh 2016 di Mapolda Aceh, Jumat (30/12).

Kapolda juga menyebutkan pada tahun 2015 kasus narkoba sebanyak 1.170 kasus. Sedangkan 2016 terdapat 1.441 kasus.

"Jika dilihat perbandingan tersebut, artinya ada peningkatan 271 kasus," jelasnya.

Untuk barang bukti, kata Rio terdiri 13,2 ton ganja, sabu 77,68 kilogram lebih dan 113 butir ekstasi. Kepolisian juga memusnahkan 487 hektare ladang dengan jumlah mencapai tiga juta lebih batang ganja.

"Dari para tersangka sebanyak 114 orang di antaranya merupakan pelajar, 94 mahasiswas, 45 pegawai negeri sipil, 15 polisi, 221 orang swasta, 861 orang wiraswasta, 235 petani, 78 nelayan, 82 pedagang, 48 sopir, 29 ibu rumah tangga, dan lainnya 71 orang," jelasnya.

Mengenai masih banyaknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Aceh, pihaknya mengakui belum mampu menekan angka tersebut, sebab perkembangan narkoba di begitu cepat dan banyak.

"Ini butuh peran masyarakat untuk terlibat aktif memberantas peredaran narkoba, apalagi Aceh dikenal sebagai ladang ganja," kata jenderal bintang dua itu.

Untuk mengantisipasi peredaran narkoba, polda Aceh akan menelusuri bandar-bandar narkoba yang diduga selama ini memodali petani Aceh untuk menanam ganja.

"Kedepan kita akan telusuri siapa yang membiayai para petani untuk menanam ganja yang selama ini kita tangkap," imbuhnya.

Komentar

Loading...