Unduh Aplikasi

Kasus Muara Situlen, Kejati Aceh Tetapkan Empat Orang Tersangka

Kasus Muara Situlen, Kejati Aceh Tetapkan Empat Orang Tersangka
Kajati Aceh, Muhammad Yusuf. Foto; AJNN/Tommy.

BANDA ACEH - Kejaksaan Tinggi Aceh telah menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jalan Muara Situlen - Gelombang, Aceh Tenggara.

Keempat tersangka tersebut berinisial J selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang juga mantan UPTD di Dinas PUPR Aceh, SA selaku PPTK, sedangkan KA dan KR selaku pihak rekanan.

Kajati Aceh, Muhammad Yusuf mengatakan penetapan empat tersangka itu setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menemukan alat bukti dugaan tindak pidana korupsi.

Baca: Kejati Aceh Tetapkan Lebih 2 Orang Tersangka Korupsi Jalan Muara Situlen - Gelombang

"Total tersangka ada lima orang, tapi satu orang sudah meninggal dunia. Kasus ini mulai dilakukan penyelidikan pada 2020," kata Kajati Aceh, Muhammad Yusuf didampingi Aspidsus R Raharjo Yusuf, Senin (11/1).

Pembangunan jalan Muara Situleng - Gelombang tahun 2018 dengan anggaran Rp11,6 miliar dari dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) telah terjadi penyimpanan dalam pekerjaan. Dimana, pihak rekanan memindahkan mata anggaran jalan provinsi ditukar ke jalan Kabupaten.

"Jadi ada dua pekerjaan di jalan provinsi dan di jalan kabupaten. Anggaran yang di provinsi yang besar di tukar untuk pekerjaan jalan kabupaten. Selain itu, pekerjaannya tidak sesuai dengan kontrak," kata Kajati.

Sementara Aspidsus, R Raharjo Yusuf menyebutkan dalam kasus jalan Muara Situlen, penyidik telah memeriksa 30 orang saksi. Dari hasil penghitungan penyidik sementara ditemukan kerugian negara sebesar Rp 2 miliar lebih.

"Kita masih menunggu keterangan ahli fisik dari pihak politeknik Malikussaleh dan penghitungan kerugian negara dari tim audit," imbuhnya.

Komentar

Loading...