Unduh Aplikasi

Kasus Korupsi KLHP, Kejari Pidie Jaya Telusuri Aset Jailani

Kasus Korupsi KLHP, Kejari Pidie Jaya Telusuri Aset Jailani
Kajari Pidie Jaya, Mukhzan saat memberi keterangan kepada wartawan.

PIDIE JAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya mulai mencari keberadaan aset milik Jailani Bin M Husin, terpidana kasus korupsi penanaman pohon pada Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup dan Pertamanan (KLHP) Pidie Jaya tahun anggaran 2014.

Kajari Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidsus, Wahyu Ibrahim kepada AJNN, Kamis (8/8) via seluler mengatakan, Jailani wajib membayar kerugian negara pada kasus korupsi tersebut sebesar Rp 227,298.300. Pasalnya, Jailani adalah orang yang paling menikmati keuntungan dari kasus korupsi penanaman pohon pada KLHP tahun 2014 itu.

Dijelaskan, setelah pihaknya mengeksekusi Jailani ke LP Kajhu, Jailani mengakui tidak sanggup membayar kerugian negara tersebut. Dari itu, Kejari Pidie Jaya akan menelusiri keberadaan aset milik Jailani.

Baca: Kasasi Ditolak, Vonis Jailani Dikurangi Dua Tahun

“Tadi dia (Jailani) sudah menyatakan tidak sanggup membayar denda RP 200 juta, sehingga hukumannya dari empat tahun menjadi emapat tahun dua bulan. Sementara untuk penganti kerugian negara, dia juga tidak sanggup, sehingga kita harus mencari aset milik Jailani untuk menutupi kerugian negara itu,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, untuk saat ini pihaknya telah memperoleh surat pencarian aset milik Jailani, setelah aset Jailani ditemukan, maka akan dilakukan penyitaan yang kemudian akan dilalukan pelelangan untuk menutupi kerugian negara yang dinikmati oleh Jailani dalam kasus korupsi tersebut.

"Surat penelusuran aset telah keluar, nanti kita akan menelusuri aset milik Jailani dan dilakukan penyitaan untuk dilelang guna menutupi kerugian negara yang dilakukan oleh Jailani. Kenapa cuma Jailani yang harus membayar kerugian negara, karena Jailani yang menikmati kerugian negara itu," jelas Wahyu.

Komentar

Loading...