Unduh Aplikasi

Kasus Korupsi Bebek Petelur, Penyidik Kumpulkan Bukti Sampai ke Sumatera Utara

Kasus Korupsi Bebek Petelur, Penyidik Kumpulkan Bukti Sampai ke Sumatera Utara
Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh masih terus melakukan penyelidikan kasus korupsi pengadaan bebek petelur pada Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Tenggara.

Penyidik telah mengumpulkan bukti sampai ke Medan Sumatera Utara bersama tim auditor BPKP Perwakilan Aceh.

"Tim kita (Polisi) bersama tim BPKP Aceh telah ke Medan untuk mencari bukit dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bebek petelur ini, sejumlah pihak telah dimintai keterangan, salah satunya tempat dimana hewan unggas itu didatangkan," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta, Minggu (4/3).

Baca: BPKP: Kerugian Negara Tidak Kurang dari Rp3,5 Miliar

Kedatangan penyidik Polda Aceh bersama BPKP perwakilan Aceh ke Medan, Sumatera Utara dimaksud, kata Margiyanta untuk mempercepat proses penyelidikan. Jika ditemukan indikasi kerugian negara maka akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Kasus ini masih dilakukan audit oleh pihak BPKP Aceh. Kita harap, bisa segera tuntas selanjutnya dapat dilakukan proses hukum," ujarnya.

Sebelumnya, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh bersama BPKP perwakilan Aceh telah melakukan audit investigasi ke Aceh Tenggara.

Penangganan kasus dugaan korupsi pengadaan bebek petelur ini, penyidik telah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangannya termasuk kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara dan pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan bebek petelur.

Baca: Audit Investigasi Korupsi Bebek Petelur, Penyidik Polda dan BPKP ke Aceh Tenggara

Pengadaan bebek petelur ini pada 2018 dan 2019 yang alokasi dananya mencapai Rp12,9 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK). Anggaran ini bersumber dari dana alokasi umum (DAU), dalam pelaksanaan telah terjadi penyimpangan.

"Kasus bebek petelur ini sama seperti kasus pengadaan sapi Bali di Dinas Peternakan Aceh. Dimana telah terjadi penyimpanan dalam pengadaannya," ungkap Kombes Pol Margiyanta.

Hasil audit investigasi kasus dugaan korupsi pengadaan bebek petelur di Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Tenggara sudah menampakkan titik terang. Tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh saat ini sedang mengkonfirmasi kepada pemasok bebek petelur di Sumatera Utara. 

Sebelumnya, Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya kepada AJNN mengatakan bahwa saat ini sudah terlihat hasil atau nilai kerugian yang lumayan besar dari kasus tersebut.

"Nilai kerugian negaranya tidak kurang dari Rp3,5 miliar," ujar Indra kepada AJNN, Senin (29/3/2021) di Banda Aceh. 

Indra juga menyebutkan bahwa pihak BPKP Aceh secara kontinyu terus melakukan audit investigasi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bebek petelur di  Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Aceh Tenggara. 

Tim auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat ini terus bekerja maksimal menuntaskan audit yang menjadi kesepakatan dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Aceh tersebut. 

"Tim auditor investigasi kami sedang melakukan audit atas tindak pidana korupsi terkait pengadaan bebek petelur di Distan Aceh tenggara," ungkap Kepala BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya kepada AJNN, Jum'at (19/3/2021) di Banda Aceh.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...