Unduh Aplikasi

Kasus Keuchik Polisikan Warganya di Aceh Barat Berakhir Damai

Kasus Keuchik Polisikan Warganya di Aceh Barat Berakhir Damai
Foto: Ist

ACEH BARAT- Kepala Desa Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Rahmat, akhirnya mencabut laporannya atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Rusdi N, (35) warga desa setempat.

Dengan dicabutnya laporan tersebut kini status tersangka terhadap Rusdi N telah dibatalkan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, lewat Polsek Samatiga.

Pencabutan perkara tersebut, setelah Rusdi N dan Kepala Desa Suak Pante Breuh berdamai pada Jumat (3/10) di Kantor Camat Samatiga, yang dihadiri langsung Asisten I Pemerintah Kabupaten setempat, Mirsal, Camat Samatiga, Murdani, dari Polsek Samatiga, MAA, ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia Kabupaten Aceh Barat serta Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D).

Baca: Gelar Aksi Protes BLT Dana Desa, Warga Aceh Barat Malah Jadi Tersangka

Dalam perdamaian itu Rusdi N didampingi kuasa hukumnya dari LBH Banda Aceh serta KPW SMUR Aceh Barat, sedangkan kepala desa setempat, Rahmat didampingi perangkat desa.

Kuasa hukum Rusdi N, Aulianda Wafisa mengatakan, perdamaian yang diinisiasi pihak kecamatan terhadap Rusdi dan Kepala Desa Suak Pante Breuh itu merupakan langkah yang sangat bagus.

Ia pun mengaku sangat mengapresiasi persoalan itu, sebab menurutnya perselisihan itu memang seharusnya diselesaikan di tingkat desa atau Kecamatan.

"Iya inisiasi yang dilakukan camat itu sangat bagus, karena seharusnya hal seperti ini bisa diselesaikan desa atau camat melalui adat istiadat gampong (Desa) tanpa melalui proses peradilan," ujar Aulianda.

Aulianda juga menambahkan, harusnya yang menjadi perhatian Polisi dalam permasalahan tersebut ialah terkait kasus dugaan penyelewengan BLT dana desa Suak Pante Breuh tersebut, bukan perkara yang semestinya dapat diselesaikan di desa.

"Pihak kepolisian harus mengusut lebih lanjut terkait hal itu yang disampaikan dalam rapat forum desa pada 7 Agustus," ungkapnya.

Ketua harian kantor LBH Banda Aceh juga berharap, kasus  tersebut bisa menjadi pelajaran bagi Kepala Desa Suak Pante Breuh dan kepala desa lainnya yang ada di Aceh Barat agar ketika ada kritik ataupun pertanyaan masyarakat jangan diadukan ke polisi, serta menjadi pelajaran penting bagi kepala desa untuk tidak bersikap otoriter terhadap masyarakat.

Terkait langkah ke depan Aulianda juga mengatakan, pihak LBH Banda Aceh akan kembali mengadvokasi  dugaan penyelewengan BLT dana desa tersebut, dikarekan hal yang berbeda dengan kasus yang menyakut Rusdi N seperti soal transparansi, penyalahgunaan dan lainnya.

Komentar

Loading...