Unduh Aplikasi

Kasus Gudang Mobar Nagan Raya, GeRAK: Polisi Tidak Boleh Berhenti di Rekanan Saja

Kasus Gudang Mobar Nagan Raya, GeRAK: Polisi Tidak Boleh Berhenti di Rekanan Saja
Gudang Mobil Barang (Mobar) di komplek Terminal Tipe B Terpadu di Gampong Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Foto: Dok GeRAK Aceh Barat.

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, mendukung upaya penuh penuntasan kasus dugaan korupsi pembangunan Gudang Mobil Barang (Mobar) di komplek Terminal Tipe B Terpadu di Gampong Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya.

Kasus tersebut sedang ditangani oleh Polres Nagan Raya. Dimana penyidik juga menetapkan dan menahan tersangka yang merupakan rekanan dari proyek yang bersumber dari anggaran Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2017, dengan pagu Rp 1,9 miliar.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syahputra meminta agar Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang telah turun dan melihat pembangunan Gedung ini untuk ikut mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

"Hasil penelusuran di lapangan, kami menemukan gedung tersebut mengalami kemiringan dan keretakan pada sisi bagian depannya," kata Edy Syahputra, kepada AJNN, Senin (7/6).

Kondisi gudang mobil barang di komplek Terminal Tipe B Terpadu di Gampong Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Foto: Dok GeRAK Aceh Barat.

Selain itu, kata Edy, terlihat pondasi tiangnya dan dinding gedung sudah mengalami keretakan dari atas hingga bawah, artinya itu sesuai dengan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh yang menyebut bahwa gedung ini total loss dikarenakan gedung tidak lagi bisa dipakai dan bila dipaksakan akan membahayakan penggunanya. 

"Kami memberikan apresiasi kepada BPKP Perwakilan Aceh yang menemukan bahwa pembangunan gudang mobar tersebut bermutu rendah," ujarnya.

Untuk itu, ia mendesak Polres Nagan Raya untuk mengusut tuntas kasus proyek tersebut yang sudah jelas-jelas telah menimbulkan kerugian keuangan negara. 

"Penyidik tidak boleh berhenti direkenan, pihak dinas, konsultan pengawas dan pihak-pihak lain harus diperiksa juga, tidak mungkin satu kasus hanya rekanan yang menjadi tersangka, kalau itu terjadi, maka akan menjadi tanda tanya di publik, ada apa dengan kasus tersebut," kata Edy Syahputra.

Baca: Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gudang Mobar Nagan Raya, Rekanan Jadi Tersangka

"Kami meminta kasus ini tidak hanya berhenti dipihak rekanan saja, perlu pengembangan yang menyeluruh. Kami meminta DPRA selaku pihak yang mempunyai pengawasan terhadap anggaran untuk mengawal kasus ini dan tidak menutup mata, apalagi ini menjadi temuan Pansus DPRA," tegasnya.

Hasil penelusuran dokumen lelang, ada delapan peserta yang mengikuti tahapan tender tersebut, dan diketahui pemenang berkontrak adalah CV. Berkat Jasa, pekerjaan itu berada di bawah Dinas Perhubungan Nagan Raya, dengan nilai harga penawaran kontrak sebesar Rp. 1.851.858.000. 

Dari dokumen lelang, proyek itu mulai dikerjakan pada pada 21 Mei 2017, dengan penepatan pemenang dan pengumuman pemenang pada tanggal 10 Juni 2017, dan teken kontrak 15 Juni 2017.

Komentar

Loading...