Unduh Aplikasi

Kasus Galian C, Polres Pidie Periksa 12 Saksi

Kasus Galian C, Polres Pidie Periksa 12 Saksi
Dua unit alat berat dititip di Dinas PUPR dan empat lainnya di Mapolres Pidie. Foto: Salman

PIDIE - Polres Pidie memeriksa 12 orang saksi terkait kasus ekplorasi pasir dan batu (Sirtu) di sungai Gampong Lhok Igeuh dan Mancang, Kecamatan Tiro, Pidie yang diduga dilakukan secara ilegal.

“Sejauh ini lima pemilik alat berat jenis beko dan enam pengelola sekaligus penyewa alat berat sudah kami periksa,” ungkap Kasatreskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi kepada AJNN, Rabu (31/1).

Baca: Tak Kantongi Izin, Polisi Amankan Enam Beko di Lokasi Galian C

Disebutkan, enam unit beko yang sebelumnya telah diamanakan di Mapolres Pidie diantaranya dua unit milik AD (40) warga Kecamatan Kembang Tanjong, satu unit milik JA (56) warga Pekan Baro, satu unit milik ID (42) warga Mutiara Timur dan dua unit lagi masing-masing milik AP (45) dan AZ (35) warga Kecamatan Tiro. 

Dari keterangan saksi selaku pemilik alat berat, kata Mahliadi, tambang galian C tersebut sudah mendapatkan izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh sehingga menyewakan alat berat kepada pengelola.

Baca: Polisi Kejar Pemilik Enam Beko di Lokasi Galian C

“Keterangan pemilik alat berat sebagai saksi, saat menyewakan alat berat kepada pengelola galian C, mereka menunjukkan surat izin tambang yang dikeluarkan dinas terkait,” ujarnya," ujarnya.

Selain pemilik alat berat, lanjut Mahliadi, pihaknya juga sudah memeriksa saksi lain berinisial HS (45) warga Kecamatan Tiro, yang diketahui sebagai koordinator atau yang melakukan kontrol mobil yang masuk dan melakukan pengambilan sirtu.

“Dalam waktu dekat ini, kami juga bakal memintai keterangan dari pihak DPMPTSP Aceh, bahkan memintai pendapat dari tenaga ahli lingkuan hidup di Pidie, tentang boleh atau tidak lokasi tersebut dilakukan penambangan galian C," katanya.

Komentar

Loading...