Unduh Aplikasi

Kasus Dugaan Korupsi Banyak Mandek di BPKP Aceh

Kasus Dugaan Korupsi Banyak Mandek di BPKP Aceh
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani. Foto: Fauzul Husni.
BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, merilis beberapa kasus yang belum selesai dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani menyampaikan, hingga saat ini masih ada lima kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang belum di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

"Masih ada lima kasus belum dilakukan audit oleh BPKP Aceh," kata Askhalani kepada AJNN, Selasa (23/2).

Dirinya menyebutkan, adapun kasus yang belum di audit itu yaitu, kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pertanian Aceh atas perhitungan kerugian keuangan negara pada proyek pengadaan traktor yang ditangani oleh Polresta Kota Banda Aceh pada tahun 2014.

"Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Mobil Pemadam Kebakaran di Banda Aceh yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kajari), kasus dugaan tindak pidana korupsi cetak sawah baru di Aceh Barat," jelasnya.

Kemudian, lanjut Askhal, kasus dugaan tindak pidana korupsi dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk pembangunan masjid di Pidie, dan kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan dana masjid di Bener Meriah.

Untuk itu, dirinya mendesak BPKP untuk serius dalam melakukan audit terhadap kasus-kasus tersebut. Sehingga publik tidak menilai negatif terhadap kinerja dari BPKP.

Komentar

Loading...