Unduh Aplikasi

Kasus Curanmor Masih Dominasi Kejahatan di Banda Aceh

Kasus Curanmor Masih Dominasi Kejahatan di Banda Aceh
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto. Foto; Tommy.

BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto menyebutkan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) masih mendominasi kejahatan di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

"Tahun 2019 kasus curanmor mencapai 170 kasus," kata Kapolresta, Senin (23/12).

Ia menyebutkan beberapa kasus curanmor yang dilakukan dengan modus mengunakan kunci T, selain itu kesadaran masyarakat menjaga keamanan kenderaannya masih lemah.

"Terkadang saat parkir pemilik kendaraan lupa mencabut kunci kenderaan saat di parkiran, sehingga pelaku sangat mudah mengambil barang berharga milik korban," ucapnya.

Selain curanmor, kata Trisno pencurian dengan pemberatan juga masih meningkat di tahun 2019 dengan jumlah 119 kasus. Sementara pencurian dengan kekerasan 25 kasus.

"Jadi untuk kasus penganiayaan berat ada lima kasus, pembunuhan tiga kasus sedangkan kasus perkosaan dan uang palsu masing-masing satu kasus," ujarnya.

Untuk kasus narkoba di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, lanjut Trisno telah terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dimana 2018 terdapat 218 kasus menjadi 258 kasus di tahun 2019.

"Ini ada peningkatan 40 kasus dengan jumlah tersangka 379 orang dan barang bukti ganja sebanyak satu ton lebih, sementara narkoba jenis sabu sebanyak tiga kilogram," kata Kapolresta.

Sedangkan kasus korupsi yang ditanggani pihak Polresta Banda Aceh yakni kasus penjualan telur ayam pada pengelolaan produktif UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Aceh Besar, saat ini berkasnya telah lengkap dan akan diserahkan ke Jaksa.

"Berkas telah lengkap tinggal pelimpahan tahap dua ke Jaksa," ungkap Trisno Riyanto didampingi Kasatreskrim, AKP M.Taufik.

Komentar

Loading...