Unduh Aplikasi

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Ketua IDI Aceh: Saat Ini Tidak Mungkin Dihilangkan

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Ketua IDI Aceh: Saat Ini Tidak Mungkin Dihilangkan
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Pasien positif terpapar virus corona (Covid-19) di Aceh terus meningkat, hingga hari ini, Selasa (1/9) sudah mencapai 1.648 kasus.

Bahkan, positivity rate Aceh sudah melebihi angka 10 persen dari total orang yang melakukan pemeriksaan swab. Artinya, wabah ini sudah tidak terkendali.

Berdasarkan data yang diterima AJNN, selama Agustus 2020, total pasien terkonfirmasi positif melalui laboratorium penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Unsyiah sudah mencapai 25 persen dari jumlah pemeriksaan.

Angka pemeriksaan swab di kampus jantong hate rakyat Aceh itu pada Agustus 2020 sebanyak 4.573 orang, dan yang dinyatakan positif mencapai 1.150 kasus, atau sebesar 25 persen. Belum lagi jika ditambahkan dengan data dari Balai Litbangkes Aceh.

Terkait hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahman mengatakan, untuk Aceh tidak bisa hanya terkonsentrasi pada data satu laboratorium saja, melainkan harus komprehensif, yakni semua laboratorium yang melakukan pemeriksaan.

"Positivity rate Aceh memang diatas 10 persen, yang artinya adalah wabah ini tidak terkendali, WHO mensyaratkan di bawah lima persen untuk bisa New Normal, kita tentu masih jauh dari itu," kata Safrizal kepada AJNN, Selasa (1/9).

Melihat kondisi saat ini, Safrizal menyarankan agar terus dilakukan pencegahan secara preventif supaya kasus Covid-19 tidak bertambah, seperti membatasi pergerakan manusia, melakukan pemeriksaan lebih banyak, tracing hingga treatment (pengobatan).

"Saat ini tidak mungkin Aceh menghilangkan kasus Covid-19 dari bumi Serambi Makkah. Maka yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan lajunya, sehingga jumlah pasien tidak lebih banyak dari kapasitas kesehatan kita," ujarnya.

Selain itu, kata Safrizal, perlu dilakukan edukasi terhadap rakyat Aceh. Bahwa Covid-19 ini harus ditangani secara bersama antara pemerintah dengan masyarakat, sehingga angka penularan virus ini tidak bertambah banyak.

"Hal lain adalah lebih mengedukasi masyarakat. Covid-19 ini harus di tangani secara bersama oleh pemerintah dan juga masyarakat," harap Safrizal.

Untuk diketahui, positivity rate adalah rasio antara jumlah orang yang mendapatkan hasil positif melalui tes corona dengan total keseluruhan yang melakukan tes.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah  menetapkan standar positivity rate itu hanya sebesar lima persen.

Komentar

Loading...