Unduh Aplikasi

Kasus cek kosong, polisi jadi saksi

ACEH BARAT DAYA - Terkait kasus penipuan cek kosong senilai Rp 80 juta yang dilakukan oleh Surya Darma (54), Direktur Cabang PT Rudi Jaya yang merupakan kontraktor jembatan Krueng Teukuh di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus bergulir di Pengadilan Negeri Tapaktuan Aceh Selatan. Hingga hari ini Selasa (31/3/2015), memasuki tahap pemeriksaan terdakwa.

Kajari Blangpidie Umar,SH melalui Kasi Pidum Muhammad Fahmi, SH kepada AJNN menyebutkan, Sidang yang diketuai M Yusuf, SH, dengan dua hakim anggota yakni Kairul Riski, SH dan Mora, SH akan terus dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Kehadiran orang nomor dua tersebut ditindak kriminal umum Polda Aceh dalam kasus penipuan cek kosong mendapat keberatan dari Jaksa. Dihadapan Majelis Hakim, Jaksa menyebutkan, kehadiran Wadir Reskrimum Polda Aceh sebagai saksi adecat tidak didukung dengan izin pimpinan. Pasalnya surat izin hanya diteken oleh dirinya sendiri. Atas hal itu Jaksa meminta pertimbangan hakim dalam mengambil keputusan nantinya.

Bukan itu saja, Jaksa juga menyebutkan keberatan atas kehadiran kelima saksi adecat saat sidang pertama digelar dengan menghadirkan salah seorang staf Bank Aceh. Menurutnya bagi saksi yang belum memberikan keterangan tidak dibolehkan mendegar sidang orang lain. Namun penasihat hukum terdakwa Ibrahim Marsiyam, SH mengikutsertakan mareka sehingga saat mareka duduk sebagai saksi hakim terkejut.

Kemudian, Muhammad Fahmi yang dihubungi wartawan Minggu (29/3) membenarkan, keberatan atas kehadiran Wadir Reskimum Polda Aceh karena tidak memiliki izin pimpinan. Selain itu, dirinya juga heran terhadap kehadiran polisi sebagai saksi meringankan sementara kasus tersebut dilidik oleh polisi sendiri.

Menurutnya, hal ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Kepolisian Negara Indonesia pasal 6 huruf b berbunyi "Dalam melaksanakan tugas, anggota Polisi Republik Indonesia Negara Republik Indoensia dilarang meninggalkan wilayah tugas tanpa izin pimpinan.

Sebelumnya sidang penipuan cek kosong telah memanggil pelapor Syahrial Direktur PT Adek Abang Tahar sebagai saksi dan sejumlah saksi lainnya diantarnya Elli Bahagia, Hasbi Kanda, M. Zein, Darmi Surya, dan Herman.

Menurut Jaksa, terdakwa terjerak pasal 378 KUHP pidana tentang penipuan dengan ancaman hukum maksimal 4 tahun penjara.

Kasus penipuan menggunakan cek kosong, dengan korban bernama Syahrial (40), warga Desa Kuta Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Abdya, dilakukan oleh Surya Darma yang merupakan warga Desa Jeumpet, Kecamatan Darul Ie Marah, Kabupaten Aceh Besar.

"Kajari Blangpidie pada Rabu (24/12/2015) lalu, telah menahan kontraktor Krueng Teukuh tahun 2013 ditahan di Rutan Tapaktuan setelah tidak lama setelah penyidik Polres Abdya menyerahkan tersangka (Surya Darma) dan barang bukti berupa cek kosong kepada pihak kejaksaan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, Awalnya dugaan penipuan cek kosong bernilai Rp 80 juta ini bergulir saat Syahrial melaporkan kasus tersebut ke Polres Abdya pada 30 Desember 2013 lalu. Kasus ini berawal Juli 2013, saat Direktur Cabang PT Rudi Jaya (Surya Darma) setuju membeli sheet pile (tiang pancang beton) milik Syahrial untuk proyek jembatan Krueng Teukuh, yang berada di Kecamatan Babahrot Kabupaten setempat.

Tiang pancang beton seharga Rp 80 juta tersebut disepakati dibayar kepada Syahrial pada Oktober 2013. Namun Ketika ditagih oleh Syahrial pada bulan Oktober 2013, Surya Darma mengeluarkan cek bernilai Rp 80 juta yang bisa dicairkan tanggal 24 Desember 2013. Akan tetapi saat cek tersebut dicairkan ke Bank oleh Syahrial, ternyata kosong.

"Merasa sudah ditipu, enam hari kemudian Syahrial melaporkan kasus tersebut ke Polres Abdya," demikian ungkap jaksa.

RAHMAT

Komentar

Loading...