Unduh Aplikasi

Kasus Calo PNS, Hakim Periksa Lima Orang Saksi

Kasus Calo PNS, Hakim Periksa Lima Orang Saksi
Majelis hakim PN Pidie Jaya memeriksa enam orang saksi kasus penipuan calo PNS di lingkungan Pemerintah Aceh. Foto: Ist

PIDIE JAYA - Sidang perkara kasus penipuan calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Aceh dengan terdakwa Maimun Musa kembali digelar. Sidang yang digelar Rabu (12/6) majelis hakim Pengadilan Negari (PN) Pidie Jaya memeriksa lima orang saksi, termasuk saksi korban.

Majelis hakim sidang tersebut diketuai oleh M Jamil dan hakim anggota masing-masing Deny Saputra SH dan Nurul Hikmah. Kelima saksi yang dimintai keterangan di muka persidangan itu adalah, Nazaruddin , Heriawansyah, Isra Saputra, Muliadi, dan saksi korban Anita Safitri. Sementara terdakwa Maimun Musa didampingi oleh kuasa hukumnya.

Dalam pemeriksaan saksi-saksi pada persidangan tersebut terungkap, korban mengalami kerugian sebesar Rp 130 juta yang dikirimkan oleh korban ke rekening terdakwa. Uang tersebut berasal dari paman korban Nazaruddin yang juga menjadi saksi dalam persidangan.

Baca: PN Pidie Jaya: Status Tahanan Luar Maimun Tak Dapat Dicabut

Dalam keterangannya, Nazaruddin menjelaskan bahwa, uang sebesar Rp 130 juta itu dikirimkan ke rekening terdakwa sebanyak tiga kali pengiriman, uang tersebut dikirimkan oleh staffnya atas perintahya.

Di hadapan majeliskan hakim, Nazaruddin menjelaskan, ia bersedia mengeluarkan uang sebesar itu untuk membantu Anita Safitri yang merupakan kepononakannya. Karena antara korban dan terdakwa masih terikat persaudaraan, Nazaruddin tanpa sedikitpun curiga hal itu akan berbuntut pada penipuan.

"Awalnya diminta sebesar Rp 150 juta. Terjadi negosiasi, jadilah kesepatakan Rp 130 juta untuk diluluskan PNS formasi khusus tersebut. Kerugian saya seluruhnya dengan janji si Anita diluluskan PNS ini kira-kira mencapai Rp 600 juta. Namun, yang tertulis hanya sebesar Rp 130 juta yang ditranfer sebanyak tiga kali," jelas mantan Kabid Pengairan PU Pidie Jaya tersebut.

Majelis hakim menunda persidangan tersebut, sidang akan kembali digelar Rabu 19 Juni 2019 dengan agenda yang sama yaitu pemeriksaan saksi.

Komentar

Loading...