Unduh Aplikasi

Kasus Beasiswa, Dua Anggota DPRA Sudah Memenuhi Panggilan Penyidik

Kasus Beasiswa, Dua Anggota DPRA Sudah Memenuhi Panggilan Penyidik
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy. Foto: AJNN/Tommy.

BANDA ACEH - Penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh mulai melakukan pemanggilan terhadap enam anggota DPRA aktif terkait kasus dugaan korupsi beasiswa pemerintah Aceh.

Pemanggilan terhadap anggota dewan itu menyusul telah diterbitkannya surat izin pemeriksaan dari Mendagri atas nama Presiden.

"Surat dari Kemendagri sudah turun, penyidik sudah mengirimkan surat panggilan untuk enam anggota DPRA aktif  menjumpai penyidik dalam kasus beasiswa," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, Selasa (4/5).

Baca: Akhirnya Polda Aceh Panggil 6 Anggota DPRA Terkait Dugaan Korupsi Beasiswa

Kombes Pol Winardy mengatakan dari enam anggota DPRA yang dipanggil itu, baru dua orang yang memenuhi panggilan penyidik. Kedua dewan itu yakni AA dari Partai PAN dan ZF  dari Partai Aceh.

"Dari enam orang yang dipanggil baru dua orang yang memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh," sebut Kabid Humas.

Kasus beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2017 telah masuk tahap penyidikan, 16 mantan anggota DPRA periode 2014 - 2019 telah di panggil untuk di mintai keterangan termasuk 483 mahasiswa penerima bantuan.

"Kasus ini sudah tahap penyidikan. Namun, belum ada tersangka. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti cukup," ujarnya.

Sebelumnya, BPKP Perwakilan Aceh menemukan adanya indikasi korupsi pada kasus bantuan pendidikan dengan anggaran sebesar Rp22,3 miliar lebih bersumber dari APBA 2017.

Penyaluran beasiswa Pemerintah Aceh itu tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Pergub nomor 58 tahun 2017 serta adanya indikasi uang mengalir ke anggota dewan.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...