Unduh Aplikasi

Kasih Hadiah Umroh untuk Satu Tenaga Medis, Bupati Bener Meriah Diminta Harus Adil

Kasih Hadiah Umroh untuk Satu Tenaga Medis, Bupati Bener Meriah Diminta Harus Adil
Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi saat menyerahkan penghargaan kepada relawan Covid-19 wisma atlet. Foto: AJNN/Fauzi Cut Syam

BENER MERIAH - Tadi pagi, Rabu (22/7) sebuah acara seremonial dilakukan di Aula RSUD Muyang Kute. Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi didampingi sejumlah pejabat dan anggota DPRK, memberikan penghargaan kepada Harmizan Hamid, seorang tenaga medis Bener Meriah atas jasa dan pengabdiannya sebagai relawan Covid-19 yang bertugas di Rumah Sakit darurat Covid-19 Wisma Atlit Kemayoran Jakarta.

Penghargaan ini sepertinya spesial sekali,  sehingga harus mengundang sejumlah pejabat setingkat kepala dinas dan anggota DPRK untuk menghadirinya. Bahkan Harmizan Hamid, sang tenaga kesehatan juga mendapat tiket umroh dari Pemkab Bener Meriah.

Namun di sisi lain, saat ini masih banyak tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan dalam rangka penanganan Covid-19 belum mendapatkan insentif yang memadai, bahkan informasi yang diperoleh AJNN dari sumber terpercaya, ada uang honor mereka terutama yang bertugas di beberapa pusat Penanganan Covid-19 berkurang. Padahal mereka juga mengalami masa-masa sulit sama seperti Harmizan Hamid.

Bahkan salah seorang petugas medis di Rumah Sakit Daerah Muyang Kute kepada AJNN mengatakan kalau dia dan beberapa teman sejawatnya seperti tidak dihargai dengan perhargaan yang hanya spesial untuk satu orang saja. Padahal masih banyak yang lain, juga mempertaruhkan nyawanya saat awal-awal Wabah Covid-19 di Bener Meriah.

Kabar ini juga menjadi sorotan dari Direktur Eksekutif Ramung Institute, Waladan Yoga. Waladan mengatakan pemberian hadiah dan penghargaan kepada petugas Covid-19 yang baru pulang dari Wisma Atlet Jakarta oleh Bupati Bener Meriah beserta jajarannya adalah satu hal yang perlu dimaklumi dan apresiasi.

Namun ada satu hal dari Bupati Bener Meriah yang mungkin luput dari perhatian. Hadiah dan penghargaan harusnya juga dapat diberikan kepada petugas dan pejuang Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah.

"Ada rasa prihatin dan rasa cemburu yang begitu dalam dari kalangan medis dan petugas Covid-19 yang sudah berjibaku menangani Covid-19 selama pandemi ini berlangsung di Bener Meriah," ujar Waladan Yoga.

Baca: Pernah Bertugas di Wisma Atlet, Tenaga Medis Asal Bener Meriah Dapat Hadiah Umroh dari Bupati

Menurut Waladan, seharusnya mereka juga diperlakukan sama dan harus juga lebih dimuliakan, dirinya merasa perlu menyampaikan persoalan internal petugas dan pejuang Covid-19 Bener Meriah kepada media, karena pria yang akrab dipanggil Yoga tersebut sudah kehabisan kata kata ketika sebagian besar petugas dan pejuang covid-19 di Bener Meriah mengeluhkan ketidakadilan ini.

"Ibarat gajah di seberang Danau Laut Tawar terlihat, semut di samping kantor bupati tidak terlihat, setidaknya begitulah istilah yang mereka sampaikan kepada saya," ujar Yoga.

Ia mempunyai mengkhawatiran dan juga mungkin kekhawatiran sebagian warga Bener Meriah, petugas medis dan pejuang Covid-19 di Bener Meriah akan kehilangan semangat untuk bekerja maksimal dalam menangani Covid-19, setelah pemberian penghargaan hanya kepada individu tertentu saja.

Menurutnya, soal ada pemuda Bener Meriah menjadi relawan Covid-19 di Jakarta harus diapresiasi oleh bupati dan jajaran itu sah - sah saja, tapi ada puluhan atau bahkan ratusan petugas medis dan pejuang Covid-19 di kabupaten yang merasa sedih, kecewa dan marah ketika mereka hanya dianggap biasa biasa saja. Seharusnya ini menjadi perhatian bupati beserta seluruh jajarannya, terlebih ada sebagian petugas Covid-19 yang mengeluhkan belum juga menerima hak - haknya dan tidak ada kepastian seperti insentif sebagai petugas Covid-19".

"Saya berharap, kabar ini bisa sampai kepada Bapak Bupati Bener Meriah beserta jajarannya, janganlah membuat kecewa petugas medis, mereka ada di garda terdepan dalam menangani Covid-19 di Bener Meriah, bapak bupati dan jajarannya harus adil dalam memberi penghargaan dan memberi hadiah kepada semua petugas Covid-19," ujar Yoga.

Petugas Covid-19 di Kabupaten Bener Meriah bersentuhan langsung dengan keselamatan warga Bener Meriah, sukses petugas medis dalam menahan laju Covid-19 di Bener Meriah adalah klaim Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dihadapan publik.

"Doa terakhir saya semoga seluruh petugas dan pejuang Covid-19 di Bener Meriah senantiasa diberkahi kesabaran yang ekstra, diberi kesehatan, tetap semangat dan semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Setidaknya keluh kesah bapak ibu, abang kakak dan adik semua yang hari berjuang dijalan Covid-19 akan menjadi amalan yang sangat indah," ujarnya.

Komentar

Loading...