Unduh Aplikasi

Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Dilaporkan ke Kompolnas dan Kapolri

Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Dilaporkan ke Kompolnas dan Kapolri
Muslim A Gani. Foto: Ist

ACEH TIMUR - Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Iptu Yasir Arafat Riza Habibi dilaporkan ke Kompolnas RI di Jakarta, karena menangkap Syahrul AG, anggota DPRK Aceh Timur.

Selain Kasat Narkoba, dua penyidik pembantu di Satuan Narkoba Polres Aceh Timur yakni, Aipda Dede Chandra dan Bripka Okky Cristianto juga ikut dilaporkan.

Laporan dilayangkan oleh tiga kuasa hukum Syahrul AG, masing-masing Muslim A Gani, Dian Yuliani dan Misra Purnawati dari Advokat/Konsultan hukum yang tergabung pada kantor Lawfirm Acheh Legal Counsultn.

Dalam laporan tertulis seperti diperoleh AJNN, aduan terhadap Kasat Narkoba Polres Aceh Timur dan dua bawahannya itu dikeluarkan pada tanggal 31 Januari 2020.

Baca: Miliki Narkoba, Oknum Anggota DPRK Aceh Timur Ditangkap Polisi

Pada surat bernomor : 02/Lap-Alc/1/2020/LGS, selain ke Kompolnas, aduan tersebut juga dilayangkan kepada Kapolri, Biro Wassidik Bareskrim Polri, Kadiv Propam Polri dan Irwasum Polri di Jakarta.

Selaku kuasa hukum, Muslim A Gani Cs, menilai penangkapan terhadap kliennya yang dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur seperti ada unsur kesengajaan atau "jebakan".

Di surat laporan tersebut, Muslim A Gani Cs, menjelaskan empat alasan dan dasar mereka melaporan Kasat Narkoba Polres Aceh Timur ke Kompolnas, Kapolri, Biro Wassidik Bareskrim Polri, Kadiv Propam Polri dan Irwasum Polri di Jakarta. Adapun alasan dan dasar sebagai berikut.

Pertama, surat perintah penangkapan terhadap kliennya dikeluarkan oleh Kasat Narkoba Polres Aceh Timur Iptu Yasir Arafat Riza Habibi dengan nomor : SP.Kap/88/X/Res.4.2/2019/ Resnarkoba tertanggal 23 Oktober 2019.

Kedua, bahwa klien mereka, Syahrul AG, Anggota DPRK Aceh Timur terpilih periode 2019-2024, telah ditangkap dan ditahan di Polres Aceh Timur, terhitung sejak tanggal 23 Oktober 2019 sampai dengan tanggal 30 Januari 2020 (lebih kurang 97 hari) sebagai tersangka dalam perkara penyalahgunaan narkotika, Pasal 114 ayat (2) jucnto Pasal 112 ayat (2) UU Nomor. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika . 

Ketiga, surat perintah penahanan nomor: SP.Han/86/X/Res.4.2/2019/Resnarkoba tertanggal 25 Oktober 2019 dikeluarkan oleh Kasat Narkoba Iptu Yasir Arafat Riza Habibi.

Keempat, mereka dari kuasa hukum Syahrul AG merasa keberatan atas tindakan dan cara-cara penyidik dalam memeriksa kasus klien mereka yang dinilai cacat prosedural, antara lain terkait dengan pengambilan keterangan terhadap abang kandung klien mereka dan Kuasa Hukumnya oleh penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur .

Potongan surat laporan ke Kompolnas yang dilayangkan oleh Muslim A Gani Cs. Foto: Ist

Muslim A Gani Cs, dalam laporannya sangat yakin, bahwa kliennya ditangkap dengan cara "dijebak,".

Dalam kronologi laporan yang dilayangkan ke Kompolnas, Muslim A Gani menyebutkan bahwa pelaku utama penjebakan terhadap kliennya adalah, Said Mansur.

Said Mansur merupakan calon anggota DPRK Aceh Timur periode 2019-2024 yang sama-sama maju dari partai PKS. Namun Said Mansur gagal menjadi anggota DPRK Aceh Timur karena kalah perolehan suara dengan Syahrul AG. 

Pada kronologi laporan Muslim A Gani juga dituliskan, jebakan terhadap Syahrul AG sengaja dilakukan oleh Said Mansur supaya posisi Syahrul AG, sebagai anggota DPRK Aceh Timur bisa direbut oleh Said Mansur dengan cara pergantian antar waktu (PAW) setelah Sayahrul AG ditangkap dan diberhentikan dari anggota DPRK Aceh Timur.

Keyakinan Muslim A Gani bahwa kliennya benar dijebak juga diperkuat dengan keterangan yang diperoleh dari salah seorang Kapolsek di wilayah hukum Polres Langsa. Menurut Kapolsek tersebut, anggotanya yaitu Kanit Intel pernah diajak oleh Said Mansur untuk menangkap Syahrul AG.

Kepada Kanit Intel Polsek yang diajak menangkap Syahrul AG, Said Mansur tidak menyebutkan nama yang akan ditangkap. Dia (Said Mansur) hanya mengatakan yang akan ditangkap yaitu pejabat Aceh Timur.

Said Mansur waktu itu meminta kepada Kanit Intel Polsek untuk menangkap pejabat Aceh Timur dimaksud, satu hari saja boleh ditahan. Namun ajakan Said Mansur tidak diamini oleh Kanit Intel disalah satu Polsek tadi.

Dalam keterangan tertulis yang dibuat sebagai kronologi penangkapan terhadap Sayhrul AG. Pengacara Muslim A Gani juga menyebutkan, aksi jebakan yang dilakukan oleh Said Mansur ikut dibantu oleh istri dan Ketua PKS Aceh Timur.

Baca: Oknum Anggota DPRK Aceh Timur Tertangkap Narkoba, Nama Ketua PKS Disebut-sebut

Karena dua hari sebelum Syahrul AG ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Aceh Timur, mobil Syahrul AG sempat dipinjam oleh istri Ketua PKS Aceh Timur, Mustafa M. Yakob. Setelah mobil dipinjam oleh istri Ketua PKS Aceh Timur, kemudian mobil tersebut dibawa oleh Ketua PKS Aceh Timur bersama istrinya dengan alasan ingin menjemput anak mereka di sekolah.

Mobil dipinjam saat Syahrul AG diundang untuk rapat di kantor PKS Aceh Timur (kantor tersebut dijadikan rumah oleh Ketua PKS Aceh Timur). 

Hasil investigasi singkat yang dilakukan oleh Muslim A Gani, ia mengakui ada menemui terjadinya kontak seluler antara Said Mansur dengan istri Ketua PKS Aceh Timur saat mobil Syahrul AG dipinjam.

Potongan surat laporan ke Kompolnas yang dilayangkan oleh Muslim A Gani Cs. Foto: Ist

Muslim A Gani yang dikonfirmasi AJNN, Minggu malam (2/2) membenarkan telah melaporkan Kasat Narkoba Polres Aceh Timur dan dua personilnya (penyidik) ke Kompolnas, Kapolri Biro Wassidik Bareskrim Polri, Kadiv Propam Polri dan Irwasum Polri di Jakarta. 

"Laporan tersebut terpaksa kami layangkan, karena kami selaku tim kuasa hukum Syahrul AG tidak puas dengan penanganan perkara terhadap klien kami di Polres Aceh Timur," kata Muslim A Gani.

Muslim mengaku tetap bersikeras ingin membuka kasus yang menimpa kliennya seterang-terangnya sehingga publik tau siapa pelaku dan asal muasal sabu yang ditemui di mobil kliennya.

"Kami sudah memegang bukti yang cukup kuat untuk membuka kasus tersebut, sebelum kasus tersebut sampai ke Pengadilan Negeri," sebut Muslim.

Dengan dilayangkan laporan ke Kompolnas, Muslim, menaruh harapan kepada pihak Kompolnas, agar turun ke Aceh Timur untuk menjembatani perkara kliennya sehingga pelaku yang melakukan rekayasa penjebakan barang haram jenis sabu itu terbuka.

Komentar

Loading...