Unduh Aplikasi

Karhutla di Suak Puntong, PLTU 3 dan 4 Nagan Raya Terancam

Karhutla di Suak Puntong, PLTU 3 dan 4 Nagan Raya Terancam
Personil TNI dari Kodim 0116 Nagan Raya sedang berupaya memadamkan api. Foto: AJNN/Darmansyah Muda.

NAGAN RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya mengancam obyek vital Pembangkil Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 Kabupaten Nagan Raya yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Pasalnya lokasi lahan yang terbakar berjarak sekitara 300 meter dari lahan PLTU 3 dan 4. Untuk mencegah api semakin meluas apalagi mulai mendekati objek vital PLTU 3 dan 4, personil TNI dibantu pihak kepolisian, serta tim pemadam kebakaran, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya terus melakukan berbagai upaya.

Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0116 Nagan Raya, Letkol Inf Guruh Tjahyono yang ikut memimpin proses pemadaman api di lokasi Karhutla mengatakan,  sebagai upaya mengantisipasi terus meluasnya api, pihaknya melakukan penggalian parit dan embung di lokasi Karhutla.

“Upaya yang kami lakukan dengan membuat kanalisasi, membuat beberapa embung disekitarnya dengan menggunakan alat berat yang dipinjamkan oleh perusahaan-perusahaan yang berada di Nagan Raya. Kanalisasi dan embung ini kita buat karena kesulitan air apalagi ini di musim kemarau,” kata Guruh Tjahyono, kepada wartawan.

Dikatakan Guruh, karhutla di Desa Suak Puntong tersebut telah terjadi selama dua hari terakhir dengan luas kebakaran mencapai lima hektar.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya masih sulit melakukan pemadaman, disebabkan oleh kekurangan peralatan dalam melakukan pemadaman api.

Dandim menghimbau warga Nagan Raya untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar apalagi dimusim kemarau saat ini membuat daun dan lahan menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar.

Melakukan pembakaran lahan dan hutan, kata dia, merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum dan dapat dipidana jika terbukti melanggar.

“Kami meminta kepada Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menghimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan apalagi dimusim kemarau. Karena itu melanggar hukum dan bisa dipidana,” ungkapya.

Sementara itu Kepala kepolisian Resor (Kapolres) Nagan Raya, Ajun Komisaris Besar Polisi Risno SIK mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait Karhutla yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten itu.

Dikatakannya, dalam kasus Karhutal tersebut nantinya Polres setempat akan memanggil kepala desa, pemilik lahan serta saksi-saksi yang melihat peristiwa kebakaran tersebut.

Meski demikian, kata Risno untuk Karhutla yang terjadi di Desa Suak Puntong, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap pemilik lahan yang terbakar tersebut.

“Untuk Karhutla kami selalu melakukan penyelidikan dengan memanggil kepala desa, pemilik lahan dan juga saksi-saksi terkait karhutla ini. Untuk yang ini belum kami lakukan karena masih pendataan,” kata Kapolres.

HUT Pijay

Komentar

Loading...