Unduh Aplikasi

Karena Puasa Itu Tak Enak

Karena Puasa Itu Tak Enak
Ilustrasi: hungrygowhere

HAMPIR tak ada orang yang senang berpuasa. Menahan diri untuk tidak makan dan minum di saat lapar. Atau menjaga pandangan dari melihat hal yang terlarang dan berhubungan seks meski dengan pasangan yang halal. Atau menahan marah di saat mampu untuk melampiaskan rasa marah itu kepada orang lain.

Menahan diri untuk tidak makan dan minum atau melampiaskan nafsu dari saat matahari terbit hingga matahari terbenam bukan urusan yang mudah. Di saat badan bergerak dan mata memandang banyak hal di saat itu pula kaum muslim yang berpuasa diminta untuk menahan diri.

Karena itu, Allah memberikan pahala yang besar kepada mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh. Bahkan Allah sendiri yang akan memberikan pahala puasa, berbeda dengan ganjaran saat kita menjalankan ibadah yang lain.

Dari berpuasa, seorang beriman harusnya bisa mengambil banyak pelajaran. Jika selama ini kita diberikan keleluasaan untuk melakukan segala hal, maka puasa adalah rem yang memastikan kita tak menabrak sesuatu yang mencelakakan diri sendiri.

Puasa adalah alat untuk melatih diri. Belajar untuk mengendalikan sesuatu di saat, sebenarnya, kita mampu melakukan hal itu. Tanpa kontrol, kita tak lebih dari hewan yang berjalan di atas empat kaki.

Berpuasa juga melatih kita untuk melakukan sesuatu kebaikan saat kita tak suka. Sama seperti seseorang yang bekerja banting tulang demi menjaga kelangsungan hidup.

Ketika kita merasakan lapar, sebenarnya kita tak suka berpuasa. Namun karena semua itu kita lakukan dengan perasaan ikhlas, hanya berharap rida Allah dan cintanya, maka Allah mengangkat derajat kita setinggi-tingginya.

Puasa juga mengajarkan kita untuk tidak bersikap dan bertindak berlebih-lebihan. Karenanya, kita dianjurkan untuk tidak melampiaskan hawa nafsu setelah azan magrib berkumandang.

Dengan puasa, kita belajar untuk mengenali diri sendiri. Karena tak seorang pun yang mengetahui kualitas puasa kita, selain diri kita sendiri. Kita tahu apakah kita seorang pecundang atau seorang pemenang saat mampu menjaga diri untuk tidak melakukan hal yang dilarang selama berpuasa, meski tak ada orang yang menilai tindakan kita.

Komentar

Loading...