Unduh Aplikasi

Kapolres Abdya: Razia Rutin Bukan untuk Mempersulit Masyarakat

Kapolres Abdya: Razia Rutin Bukan untuk Mempersulit Masyarakat
ACEH BARAT DAYA - Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) AKBP Hairajadi, SH menegaskan kegiatan razia kelengkapan surat-surat kendaraan yang dilaksanakan Sat Lantas setempat bukanlah untuk mempersulit dan menyusahkan masyarakat. Sebaliknya kegiatam itu merupakan sebuah upaya dalam meminimalisir segala bentuk pelanggaran di jalan raya.

"Kita tidak bermaksud mempersulit dan menyusahkan masyarakat, tetapi sebagai upaya memperkecil segala bentuk pelanggaran," ungkap AKBP Hairajadi, SH, kepada waartawan Senin (29/2).

Didampingi Kasubbag Humas, Iptu Muzakir dan Kasat Lantas Iptu RJ.Agung Pratomo dia menyebutkan, banyak dampak positif yang didapat dari kegiatan rutin itu, seperti dapat menekan angka kematian di jalan raya, kecelakaan lalulintas (Lakalantas), balap liar, penertiban pengendara yang tidak memiliki izin berkendara termasuk kelengkapan kendaraan, pencurian kendaraan bahkan untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di wilayah hukum Abdya.

"Dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya telah dua kali menggagalkan peredaran narkoba dalam partai besar melalui razia rutin dimaksud, peredaran kendaraan curian dan berhasil menyergap pelaku pencurian ternak lintas kabupaten," imbuhnya.

Terkait dugaan masyarakat yang menyebutkan kalau petugas di lapangan kerap melakukan pengutipan dalam razia rutin itu merupakan hal yang keliru dan tidak benar.

Diketahui bersama, setiap pengendara yang ditilang karena tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat dan tidak memasang kelengkapan kendaraan harus mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan.

Dikarenakan jarak tempuh menuju kabupaten dimaksud lumayan jauh serta memakan biaya yang lumayan besar, maka pengendara yang ditilang meminta bantu petugas untuk menitipkan biaya denda tilang dan hal itu dibenarkan oleh Undang-Undang.

“Masyarakat meminta bantu petugas untuk menitipkan denda tilang, karena mereka beralasan jarak yang lumayan jauh serta biaya yang mereka keluarkan harus lebih besar untuk mengikuti persidangan, seperti biaya makan dan minum serta lainnya. Jadi atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan memang dibenarkan secara aturan, para petugas bersedia membantu. Setiap denda yang dibayar tercatat dan memiliki nomor registrasi yang nantinya disetorkan langsung ke kas negara,” terangnya.

Dia juga sangat menyayangkan atas penilaian masyarakat terhadap kinerja Sat Lantas di lapangan. Namun menurutnya hal itu bukanlah sebuah persoalan yang besar, dimana seiring berjalannya waktu ditambah dengan adanya sosilisasi ke seluruh kalangan masyarakat, dugaan-dugaan itu pasti akan hilang.

Di lain sisi, Kasat Lantas Iptu RJ.Agung Pratomo menyebutkan, selama razia rutin kerap dilakukan di sejumlah titik dalam kabupaten setempat berdampak baik terhadap penurunan angka Lakalantas di jalan raya.

Hal itu terbukti dari daftar rekapitulasi angka Lakalantas yang tercatat dalam setiap bulan. Dimana pada September 2015 tercatat sebanyak 9 kasus, dengan korban meninggal dunia (MD) 5 orang, luka berat (LB) 8 orang dan luka ringan (LR) 2 orang. Bulan Oktober 2015 tercatat sebanyak 7 kasus, korban MD sebanyak 4 orang, LB 3 orang dan LR 7 orang.

November 2015 tercatat sebanyak 6 kasus dengan korban MD 2 orang, LB 8 orang dan LR 2 orang. Desember 2015 tercatat 3 kasus Lakalantas dengan korban MD 1 orang, LB 3 orang dan LR tidak ada.
Sementara untuk Januari 2016 tercatat sebanyak 4 kasus Lakalantas dengan korban MD tidak ada, LB 5 orang dan LK 2 orang. Februari sebanyak 2 kasus dengan korban MD 1 orang, LB 1 orang dan LR tidak ada.

“Artinya setiap bulan terus ada kemajuan yang dicapai dari razia rutin ini. Kami sangat mengharapkan kerjasama dari seluruh kalangan masyarakat dalam mentaati semua peraturan berlalulintas. Sebab semua aturan yang diterapkan di jalan raya ada untuk keselamatan si pengendara,” demikian pungkasnya

Komentar

Loading...