Unduh Aplikasi

Kapolda: Narkoba Ancaman Bersifat Non Militer

Kapolda: Narkoba Ancaman Bersifat Non Militer
Pemusnahan BB Narkoba di Mapolda Aceh, Foto; Tommy

BANDA ACEH - Kapolda Aceh Irjen Pol Rio Septianda Djambak menyebutkan narkoba merupakan ancaman dari pihak luar yang bersifat non militer bertujuan untuk merusak para generasi penerus bangsa.

"Narkoba ancaman yang sifatnya non militer. Melalui zat-zat adiktif ini bisa mempengaruhi susunan saraf, secara perlahan generasi bangsa bisa hancur," kata Kapolda usai pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolda, Kamis (27/12).

Kapolda juga menyebutkan tingginya penyalahgunaan narkoba di Aceh diperlukan perhatian khusus dari semua pihak. Polda Aceh juga telah membentuk tim satuan tugas khusus bersama dengan BNN untuk meminimalisir peredaran narkoba di Provinsi Aceh.

"Imej Aceh sebagai ladang ganja harus kita hilangkan, dan jangan bangga. Untuk itu perlu sinergitas antar lembaga dalam memberantas narkoba terutama ganja di provinsi Aceh," ujarnya.

Hingga November 2018, kasus narkoba yang ditangani Polda Aceh dan jajaran mencapai 1600 kasus dengan jumlah 2213 orang. Jumlah barang bukti yang berhasil disita sebanyak 5.247 kilogram ganja, 58.646,21 gram sabu-sabu, 5.685 butir pil ekstasi serta memusnahkan 20,5 hektar ladang ganja. Sedangkan 2017 terdapat 1615 kasus dengan 2277 orang tersangka.

"Jika dilihat dari data kasus narkoba masih tinggi di Aceh," ujar Kapolda.

Tingginya jumlah penyalahgunaan narkoba di Aceh membutuhkan perhatian serius untuk melawan peredaran narkoba di Provinsi Aceh.

"Dukungan dari masyarakat juga diperlukan dengan melaporkan adanya sindikat narkoba di wilayahnya," ungkap Kapolda Aceh.

Pemusnahan sejumlah barang bukti ganja yang dilakukan dihalaman Mapolda Aceh dilakukan dengan cara di bakar, sementara narkoba jenis sabu dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan teknologi canggih milik BNNP Aceh, Incenerator Mobile Unit.

Komentar

Loading...