Unduh Aplikasi

PERGUB CUTI HAMIL

KAPHA Aceh: Gubernur Sudah Berikan Pemenuhan Hak Anak

KAPHA Aceh: Gubernur Sudah Berikan Pemenuhan Hak Anak
BANDA ACEH - Koordinator Koalisi Advokasi dan Pemantau Hak Anak (KAPHA) Aceh, Taufik Rizwan menilai Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh memberikan cuti hamil dan melahirkan selama enam bulan bagi perempuan ini merupakan langkah pemenuhan hak anak yang dilakukan pemerintah.

Pergub tersebut juga merupakan turunan dari Qanun nomor 6 tahun 2009 tentang pemberdayaan dan perlindungan perempuan.

Menurut Taufik, aturan tersebut sangat relevan dengan nilai-nilai Islam dan juga terintegrasi dalam pemenuhan hak anak sehingga seorang ibu dapat memiliki waktu banyak bersama anaknya serta dapat memberikan kasih sayang penuh kepada bayi yang baru dilahirkan. Dan bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara berkualitas.

"Jadi selama enam bulan waktu dan kasih sayang ibu bisa sepenuhnya didapatkan sang bayi," katanya kepada AJNN, Selasa (16/8).

Taufik menyarankan, seluruh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) harus melakukan sosialisasi serta menindaklanjuti dengan baik, supaya orang tua benar-benar menggunakan waktu cuti yang diberikan sepenuhnya dihabiskan untuk anak. Bukan menggunakan waktu cuti untuk kepentingan lain.

Bukan hanya itu, pemerintah juga memberikan pengetahuan kepada orangtua bagaimana tata cara memberikan ASI eksklusif kepada anak sehingga asupan gizi yang diterima betul-betul baik.

"Ini perlu dilakukan agar orang tua tidak menggunakan waktu cuti untuk kepentingan yang lain," Sarannya.

Kata dia, didaerah maju seperti beberapa negara di eropa lebih lama memberikan waktu cuti bagi perempuan melahirkan, bahkan sampai 1 atau 2 tahun, itu semua diberikan agar pemenuhan kepada anak benar-baner tercukupi, baik itu terhadap perempuan maupun laki-laki.

Untuk itu, pemenuhan hak anak seperti yang diatur pada UU perlindungan anak nomor 35 tahun 2014, perubahan UU 23 tahun 2002 dan diperkuat dalam pelaksanaannya melalui Qanun nomor 11 tahun 2008 tentang Perlindungan Anak disebutkan anak berhak mendapatkan pola asupan gizi yang berkualitas.

Maka dari itu Gubernur Aceh sudah menjadi pemimpin visioner karena sudah memikirkan generasi anak yang kelak menjadi penerus bangsa.

"Pemimpin visioner itu adalah pemimpin yang memikirkan dan meperhatikan masa depan anak," imbuh Taufik Rizwan.

Komentar

Loading...