Unduh Aplikasi

Kapendam: Tak Ada Toleransi bagi Prajurit Terlibat Narkoba

Kapendam: Tak Ada Toleransi bagi Prajurit Terlibat Narkoba
Kapendam IM ketika menggelar silaturahmi dengan jurnalis. Foto: Ist

BANDA ACEH - Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (Kapendam IM) Letkol Rusdi mengatakan tidak ada toleransi bagi prajurit TNI yang terlibat narkoba dan akan dilakukan proses hukum yang berlaku.

"Jika ada oknum TNI yang terlibat dalam jaringan narkoba tetap akan ditindak tegas mulai pemecatan dari kedinasan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan proses hukum sipil yakni ancaman seumur hidup bahkan bisa saja hukuman mati," katanya, Kamis (1/12).

Pernyatan kapendam tersebut terkait oknum TNI berinisial Praka F terlibat dalam peredaran narkoba yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama dua tersangka lainnya berinisial AM alias Udin dan Zul di daerah Aceh Utara dan Lhokseumawe pada 27 November 2016. Dari tangan tersangka itu, BNNP Aceh menyita 17 kilogram sabu.

Baca: Tangkap Tiga Pelaku Jaringan Internasional, BNNP Aceh Sita 17 Kg Sabu

Kapendam juga menyebutkan saat ini oknum TNI berinisial F sudah dalam proses hukum di Pomdam.

"Praka F sudah menjalani proses di Pomdam dan kita tunggu proses hukumnya," jelasnya.

Dari keterangan Kepala BNNP Aceh Kombes Armensyah Thay, Praka F dan AM ditangkap saat melakukan transaksi barang haram tersebut di halaman Masjid Geudong Pasee, Samudera Aceh Utara.

Selain Praka F, diduga ada empat oknum lainnya yang akan menerima sabu seberat 17 kilo tersebut.

"Praka F hanya menerima enam kilo, sedangkan lainnya mau di antar ke penerima yang diduga untuk oknum TNI, tapi sebelum diantar duluan ditangkap," jelasnya

Terkait dugaan keterlibatan oknum TNI lainnya, Kapendam mengatakan saat ini belum ada keterlibatan oknum lainnya yang disangkakan oleh pihak BNNP Aceh.

"Saya sudah konfirmasi ke Pomdam hanya satu oknum yang terlibat, dan tidak ada oknum lainnya selain praka F," jelasnya.

Komentar

Loading...