Unduh Aplikasi

Kapal Asing Masuk Calang, Dewan Nilai Kebijakan Bupati Tumpul ke Bawah

Kapal Asing Masuk Calang, Dewan Nilai Kebijakan Bupati Tumpul ke Bawah
Kapal Berkah Jaya Mandiri dan kapal Spring Salim Hongkong di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya. Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA - Aceh Jaya  telah mendapat predikat zona merah Covid-19, sehingga pergerakan warga haruslah benar - benar di pantau dan di edukasi untuk tetap selalu patuh pada protokol kesehatan standar WHO. 

Razia masker di kabupaten Aceh Jaya juga telah berlangsung, sanksi sosial pun telah di berlakukan. Namun sayangnya, kapal asing dibolehkan bersandar di pelabuhan Calang, Aceh Jaya.

"Ini Ironis, untuk warga di dalam kita perketat, sedangkan warga luar negeri diizinkan masuk, aneh sekali kebijakan pemimpin kita," kata Wakil Ketua II DPRK Aceh Jaya, Teuku Asrizal, dalam siaran persnya yang diterima AJNN, Senin (21/9).

Menurut Asrizal, kalau alasan mereka yang datang dengan kapal itu tidak reaktif, apakah yang diviralkan menyanyikan lagu indonesia raya itu telah terbukti reaktif.

"Yang selama ini di sweeping, lalu di suruh menyanyikan lagu nasional, di suruh baca surah al-qur'an, apa sudah tentu reaktif. Kan aneh, hukum tajam ke bawah," sesalnya.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan kebijkan Bupati Aceh Jaya yang menutup kegiatan jamaah zikir untuk sementara waktu, sementara kapal China boleh masuk Aceh Jaya," tanya Asrizal. 

"Bupati harus jelaskan ke warga Aceh Jaya, apabila sudah membangun kerjasama dengan pihak negara luar, sehingga kapal dari luar dibolehkan masuk ke Aceh Jaya kapan pun, termasuk saat Aceh Jaya di hantam Corona. Jika bukan demikian, lalu bagaimana?" Tanyanya lagi.

Dirinya juga berharap kepada Bupati Aceh Jaya untuk mengedepankan kepentingan kesehatan dan nyawa warga Aceh Jaya, di banding apapun. 

"Saudara Bupati di pilih oleh warga Aceh Jaya, bukan pengusaha - pengusaha dari luar, itu yang harus kembali di pahami," cetusnya.

Sementara, Kepala Syahbandar Pelabuhan Calang melalui Pejabat Pembuat Komitmen Pelabuhan Calang, Azwana Amru Harahap mengungkapkan  pihak pelabuhan Calang tidak punya wewenang dan otoritas untuk melarang kapal masuk ke Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, baik itu kapal lokal maupun kapal luar sekalipun.

"Kami dari Syahbandar sama pihak pemkab juga tidak punya wewenang untuk menutup pelabuhan. Karena yang punya wewenang dan otoritas untuk menutup pelabuhan itu dari atasan kami yaitu dari Kementerian perhubungan," ungkap Amru.

"Pelabuhan Calang ini kan pelabuhan umum, jadi siapa saja dan dari mana saja boleh masuk, asal mereka bisa melewati semua jenis pemeriksaan, baik kesehatan, beacukai maupun pemeriksaan dari pihak imigrasi," sambungnya.

Selain itu, ditengah pandemi Covid-19 ini, pemeriksaan kesehatan terhadap ABK kapal juga semakin diperketat, karena selain diperiksa oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) wilayah Meulaboh, semua ABK nya juga diperiksa lagi oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Jaya.

"Alhamdulillah semua ABK nya non reaktif, dan seandainya satu aja dari mereka ada yang reaktif saat rapid tes tentu kapalnya akan dilarang bersandar di Pelabuhan Calang," pungkas Amru.

Komentar

Loading...