Unduh Aplikasi

Kantong Jenazah PDP Corona Dibuka, Keuchik: Keluarga Tidak Jujur

Kantong Jenazah PDP Corona Dibuka, Keuchik: Keluarga Tidak Jujur
Foto: Ist

ACEH UTARA - Meski hasil Laboratorium belum keluar, warga Pulo Blang Trieng, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara sudah membuka kantong jenazah EY (43), Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang meninggal di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

"Jenazah pasien PDP yang dipulangkan dari Banda Aceh pada Rabu 25 Maret 2020 telah dibuka dan dimandikan oleh warga dan pihak kelurga untuk dikebumikan," kata Keuchik Pulo Blang Trieng, M. Jafar Jumat (27/3).

Baca: Beredar Kabar, Jenazah PDP Meninggal di RSUZA Dimandikan dan Dikafani

Selaku kepala desa, M. Jafar mengaku tidak mengetahui bila pasien Covid 19 yang dibawa pulang dengan mobil ambulan sekira pukul 04.00 WIB dari Banda Aceh itu berstatus PDP. Dan untuk proses fardu kifayahnya sendiri dilakukan layaknya jenazah lainnya di desa tersebut.

"Sejujurnya saya selaku kepala desa dan warga di sini pada awalnya tidak mengetahui bahwa jenazah tersebut adalah PDP Corona. Karena tidak ada yang memberitahukan kepada saya," ungkapnya.

Ia mengatakan, meskipun pasien PDP Corona itu diketahui sudah dimandikan pihak rumah sakit, namun pihak keluarga bersama warga minta kembali membuka kantong jenazah untuk dimandikan, kafani, disalatkan selanjutnya dikebumikan seperti biasa.

"Pihak keluarga juga tidak memberitahukan status almarhum, maka proses pemandian dan pengkafanan jenazah pasien terduga corona itu ditangani seluruhnya oleh masyarakat di sini," ujarnya.

Dia menyebutkan, hal itu baru diketahui warga ketika pihak medis dari dinas terkait datang untuk melakukan penyemprotan di rumah almarhum.

Menurut keterangan dan informasi yang diterima dari dinas terkait dilaporkan bila pasien PDP yang sudah dikebumikan itu hasil laboratoriumnya belum keluar.

Selama ini dia mengaku pasien tersebut juga diketahui telah sakit sejak lama dan kabarnya juga pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

"Sejauh ini masyarakat sudah mendapat pemahaman dan sosialisasi dari pihak medis saat di lokasi agar warga yang sempat berkontak langsung dengan jenazah EY agar segera mengisolasikan diri di rumah masing-masing selama 14 hari," pungkasnya.

Komentar

Loading...