Unduh Aplikasi

Kanduri Blang, Tradisi Tak Terpisahkan Masyarakat Meunasah Kumbang

Kanduri Blang, Tradisi Tak Terpisahkan Masyarakat Meunasah Kumbang
Memasak kuah belangong. Foto: Safrizal
LHOKSUKON - Areal persawahan itu berubah bak dapur umum. Ratusan petani tampak sibuk menyiapkan berbagai hidangan. Suara sendok nasi berbaur bersama riuhnya suara anak-anak yang berlarian di pematang sawah.

Pemandangan ini lazim dijumpai di Gampong Meunasah Kumbang, Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara, menjelang musim tanam padi tiba. Seluruh warga desa, laki-laki dan perempuan, muda dan tua, berkumpul bersama untuk makan siang bersama. Satu hidangan yang tak selalu tersedia pada hajatan ini adalah kuah belangong.

“Umumnya masyarakat di sini selalu melaksanakan tradisi itu setiap tahun. Selain sebagai adat, masyarakat juga menjadikan acara ini sebagai sarana bersilaturahmi. Hampir semua yang tinggal di kampung ini adalah petani,” kata Abdul Wahan, salah seorang pemangku adat di desa tersebut, Ahad (9/10).

Tradisi kanduri blang juga dipercaya dapat mengusir hama padi seperti tikus dan keong di saat masa tanam dilakukan. Abdul Wahab mengatakan, adapun luas sawah yang ada di gampong Meunasah Kumbang seluas 280 hektare. Pemiliknya tidak hanya berasal dari kampung setempat. Para pemilik sawah ada yang bermukim di desa lain, seperti Blang Talon, Meunasah Dayah dan beberapa gampong lain di Kutamakmur.

Saat bersantap telah tiba. Ratusan masyarakat duduk bersama, bersila di atas alas seadanya. Setelah imum gampong memimpin doa, semua masyarakat melanjutkan kegembiraan mereka. Sebuah kesederhanaan dan kebersamaan menjelang penanaman benih padi pertama.

Komentar

Loading...