Unduh Aplikasi

Kandidat Hijau 

Kandidat Hijau 
Ilustrasi: the guardian

MUSIM kampanye pada Pemilihan Kepala Daerah 2017 hendaknya dijadikan instrumen bagi masyarakat untuk melihat langsung visi lingkungan para kandidat. Sebagai daerah yang dikelilingi oleh hutan dan gugusan lautan yang dihuni ragam kekayaan hayati, penting bagi Aceh untuk menentukan pemimpin yang bervisi dan berwawasan hijau.

Dalam konteks Islam, lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan. Pada masa kekhalifahan di semenanjung Arab, terdapat kawasan lindung bernama Hima. Jauh sebelum dunia mendengungkan konsep konservasi. Di dalamnya, tak ada satupun kehidupan binatang liar terganggu. Tumbuhan dan hewan berkembang biak tanpa bersentuhan dengan manusia.

Para khalifah menyerukan dan mempraktikkan perlindungan terhadap Hima . Pada masa kejayaan Islam, para khalifah kerap mengatakan, setiap spesies binatang memiliki bangsanya sendiri.

Islam adalah “jalan hidup” yang sangat memerhatikan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di dunia. Banyak ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan, menganjurkan, bahkan mewajibkan, setiap manusia untuk menjaga kelangsungan kehidupannya dan kehidupan makhluk lain di bumi. Konsep yang berkaitan dengan penyelamatan dan konservasi lingkungan menyatu dengan konsep ketauhidan, syariah, dan akhlak.

Aceh yang diklaim sebagai negeri bersyariat Islam dengan kekayaan alam melimpah harusnya mampu mengadopsi nilai-nilai Hima. Baik di tingkat pemerintah maupun di level masyarakat. Sejumlah nilai-nilai adat istiadat, yang kini coba digagas kembali oleh aktivis dan masyarakat, memiliki aroma kental konservasi lingkungan.

Krisis lingkungan yang terjadi saat ini sebenarnya bersumber pada kesalahan dalam memandang diri sendiri. Aktivitas produksi dan perilaku konsumtif melahirkan sikap dan perilaku eksploitatif. Di samping itu, paham materialisme, kapitalisme, dan pragmatisme, yang mengagungkan nilai pengetahuan alam dan teknologi, ikut mempercepat dan memperburuk kerusakan lingkungan.

Maka, penting bagi seluruh warga Aceh untuk melihat dan mencermati visi lingkungan para kandidat sebelum memutuskan pilihan. Jika tidak, di masa mendatang, perambahan hutan, pengalihan fungsi hutan menjadi kebun sawit dan ladang tambang akan terus berlanjut.

Berdiam diri atau bahkan bersikap apatis terhadap dinamika politik saat ini bukan solusi. Sikap itu hanya akan semakin menjerumuskan dan menghancurkan masa depan Aceh. Ayo, pastikan Anda dan kita semua memilih pemimpin yang tepat.

Komentar

Loading...