Unduh Aplikasi

Kampanye Gelap di Pacuan Pilkada

Kampanye Gelap di Pacuan Pilkada
lensaindonesia.com
SINYALEMEN kampanye negatif, yang kerap muncul menjelang pemilihan kepala daerah, di tengah masyarakat harusnya dicermati benar oleh setiap kandidat calon kepala daerah. Karena betapapun kuatnya aturan dibuat, kampanye negatif sebagai bentuk perlawanan tak bisa dihindari.

Sering kali calon-calon ini menonjolkan diri sendiri dan menganggap diri mereka paling benar. Mereka dan tim sukses juga akan menjadikan citra negatif lawan politik sebagai sebuah keuntungan. Isu-isu sensitif seperti agama, ras, gender dan kedaerahan, menjadi modal dalam mengampanyekan keburukan lawan politik.

Di era internet, kampanye negatif ini menjadi semakin mudah ditebar. Pesan pendek, pesan dinding, atau bahkan mencetak media khusus untuk menebar kejelekan lawan politik seakan-akan menjadi sebuah kewajaran. Tak ada ukuran tentang kampanye negatif, karena masing-masing tim pemenangan memakai kebenaran dari diri sendiri sebagai sumber informasi.

Namun para kandidat hendaknya tidak melupakan peran pemilih dan menghargai pilihan mereka sebagai hak dasar. Setiap suara yang terkumpul harusnya benar-benar diberikan dengan sebuah kesadaran politik. Bukan karena calon lain lebih buruk atau iming-iming, bahkan intimidasi.

Setiap pilihan harus dibangun berdasarkan keinsyafan untuk mencari pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan dalam masyarakat. Pilihan yang mengantarkan masyarakat untuk memperoleh sosok ideal, pemimpin pembawa perubahan. Sosok yang mampu membawa daerahnya keluar dari lubang kemiskinan dan keterbelakangan.

Para kandidat lebih baik mengeksplorasi visi dan misi dengan mengemasnya dalam tampilan yang menarik. Ada banyak cara untuk menang. Sehingga setiap pemegang hak suara menentukan pilihan atas dasar ketertarikan dan kesamaan visi. Kelak, saat si kandidat menang, partisipasi masyarakat dalam pembangunan akan semakin terlihat.

Karena itu, sebelum melangkah lebih jauh dalam pacuan pilkada, kandidat hendaknya mengukur kemampuan diri sendiri. Dengan membangun citra diri kuat, kandidat akan mendapatkan dua keuntungan, yakni suara pemilih dan partisipasi masyarakat dalam memilih.

Komentar

Loading...