Unduh Aplikasi

OTAK PENYELUNDUPAN 353 KG SABU DIKENDALIKAN DI LAPAS LHOKSEUMAWE

Kalapas: Kami Perketat Penggeledahan dan Tiadakan Kunjungan Keluarga

Kalapas: Kami Perketat Penggeledahan dan Tiadakan Kunjungan Keluarga
Kepala Lapas Kelas II A Lhokseumawe, Nawawi. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Petugas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lhokseumawe meningkatkan penggeledahan dan pengetatan di ruangan warga binaan.

Hal itu dilakukan usai terungkapkapnya kasus penyeludupan 353 kilogram narkoba jenis sabu-sabu beberapa pekan lalu, yang dikendalikan oleh MA (36), narapidana di Lapas Lhokseumawe selaku pengendali.

“Tanggal 4 Februari saya dihubungi oleh pihak Polda, dan menyampaikan itu. Kemudian saya lakukan koordinasi, setelah itu buat berita acara, kemudian MA diserahkan ke Polda,” kata Kepala Lapas Lhokseumawe, Nawawi, Senin (22/2).

Lanjut Nawawi, pihaknya sangat kooperatif dan mendukung penuh penanggulangan peredaran narkoba, selain itu juga memperketat serta meningkatkan penggeledahan di Lapas tersebut.

“Kami meningkatkan penggeledahan, mulai dari handphone, proses masuk hingga ke dalam ruangan. Dan saat ini kami juga tiadakan kunjungan fisik, bagi keluarga yang berkunjung difasilitasi vidio call,” ujarnya.

Lanjut Nawawi, pihaknya juga tidak akan pernah mentolerir peredaran narkoba di dalam Lapas, serta tidak akan pernah mengendap kasus tersebut.

Baca: Polda Aceh Ungkap Penyeludupan 353 Kg Sabu Jaringan Internasional Timur Tengah

“Kami akan terus bergerak cepat, dengan melakukan koordinasi dengan  pihak terkait lainnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Tim gabungan dari Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polda Aceh dan Bea Cukai Aceh menggagalkan upaya penyeludupan 353 Kg sabu jaringan Internasional Timur Tengah.

Dari pengungkapan itu, 11 tersangka diamankan dengan inisial KM (37) merupakan tekong kapal, MU (23) kapten kapal, ED (35) sebagai pengatur. Kemudian MA (36) sebagai pengendali, sementara SI (50), KR (23), SB (41), SY (63), MR (25) sebagai penerima barang.  Sementara SU (53) dan IZ (40) sebagai penyimpan barang.

Dari tersangka satu diantaranya seorang ibu rumah tangga berinisial IZ berperan sebagai penyimpan sabu. Sementara MA merupakan narapidana di Lapas kelas II Lhokseumawe.

Komentar

Loading...