Unduh Aplikasi

Kakek di Aceh Barat Tega Cabuli Cucu Kandungnya

Kakek di Aceh Barat Tega Cabuli Cucu Kandungnya
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Sebut saja Bunga (14), remaja yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh kakek kandungnya sendiri yakni N (70), warga Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

Bahkan, Bunga mengalami pencabulan dari sang kakek lebih dari lima kali. Perbuatan biadab yang dilakukan sang kakek tersebut selama ini sedikit pun tak ada perlawanan yang bisa dilakukan bunga karena rasa takut atas ancaman yang dilakukan sang kakek.

"Ancamannya adalah Bunga akan diusir kalau memberi tahu kepada orang lain. Karena korban menumpang di rumah pelaku sehingga korban hanya bisa pasrah," kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kepala urusan Bimbingan Operasional Reserse dan Kriminal (KBO Reskrim) Inspektur Dua P Panggabean kepada wartawan, Selasa (19/6).

Menurut Panggabean kasus tersebut diketahui setelah ayah korban melaporkan kasus yang menimpa anaknya tersebut kepada polisi. Laporan itu disampaikan setelah korban menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya. Korban menceritakan kejadian itu kepada ayahnya karena sudah tidak tahan atas perbuatan kakek kandunganya sendiri.

"Setelah menerima laporan kami lakukan visum terhadap korban. Dan kemudian langsung menangkap pelaku di kebunnya, penangkapan juga dibantu kepala lingkungan tempat pelaku tinggal," ungkap Panggabean.

Panggabean mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara baik dari korban maupun pelaku, perbuatan pencabulan pertama sekali dilakukan malam hari, tepatnya bulan Mei. Pelaku melancarkan aksinya saat korban sedang terlelap tidur. Saat itu melakukan aksi bejatnya itu, korban terbangun dan berniat melawan, namun karena di bawah ancaman sehingga bunga terpaksa pasrah atas apa yang dialaminya itu.

"Entah karena ketagihan, pelaku mengulang aksinya dan terakhir sekali perbuatan cabul itu dilakukan 14 Juni lalu. Untuk memuluskan aksinya, pelaku melakukan perbuatannya saat sang istri tidak berada di rumah," ujarnya.

Dikatakannya, selama ini Bunga menumpamg di rumah pelaku karena dititip oleh sang ayah. Pasalnya ayahnya selama ini bekerja sebagai operator Beko di wilayah Nagan Raya. Namun ayah korban tak menyangka kalau pelaku tega mencabuli cucunya sendiri.

"Pelaku terancam 150 kali cambuk atau denda 150 gram emas dan kurungan penjara 150 hari sesuai Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang jinayat," ungkapnya.

iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...