Unduh Aplikasi

PROYEK PENGENDALIAN SUNGAI KRUENG BULOH AMBRUK

Kajati Aceh Harus Lakukan Penyelidikan dan Blacklist Perusahaan Jika Menyimpang

Kajati Aceh Harus Lakukan Penyelidikan dan <i>Blacklist</i> Perusahaan Jika Menyimpang
Kondisi Proyek Pengendalian Banjir Bernilai Rp11 Miliar Lebih Ambruk di Aceh Utara. Foto: AJNN/Sarina

ACEH UTARA - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek bangunan pengendali banjir Sungai Krueng Buloh Kecamatan Kutamakmur, Kabupaten Aceh Utara, yang ambruk usai dibangun tiga bulan lalu.

Jika kedapatan potensi penyimpangan atau tidak sesuai dengan ketentuan, Pemerintah Aceh diminta harus berani melakukan blacklist terhadap perusahaan serta pemiliknya sekalian.

“Kami berharap Inspektorat Aceh tidak hanya melakukan warning saja. Namun, harus memastikan sisi kualitas, bagaimana bisa disebutkan itu ambruk akibat banjir, jika bangunan yang dibangun sebagai pengendali banjir,” kata Koordinator MaTA, Alfian kepada AJNN, Selasa (5/1).

Sambung Alfian, Inspektorat punya kewenangan untuk melakukan audit kualitas terhadap pembangunan tersebut. Selain itu, dirinya meminta agar kasus itu tidak diselesaikan hanya sebatas musyawarah, setelah itu dibangun lagi.

Baca: Proyek Pengendalian Sungai Krueng Buloh Ambruk, Aparat Hukum Harus Turun Tangan

“Kami berharap Kejati Aceh untuk bisa mengambil langkah penyelidikan hingga sampai ke penyidikan. Dan langkah ini perlu dilakukan cepat, sehingga ada kepastian hukum jika ada pelanggaran hukum,” ujar Alfian.

Lanjut Alfian, Kejati Aceh juga perlu memastikan kondisi bangunan tersebut, selain dari kualitasnya. Apalagi dilihat dari sisi manfaat tidak ada manfaatnya. Dan Kejati bisa masuk untuk lihat potensi korupsi atau kerugian keuangan negaranya.

“Kami berharap proses ini tidak terulang lagi ke depan, apalagi menggunakan anggaran yang besar dari Otonomi khusus (Otsus). Kalau memang ada potensi penyimpangan pemerintah harus berani melakukan blacklist perusahaan beserta orangnya. Karena kalau perusahaan saja, orang,” imbuhnya.

Komentar

Loading...