Unduh Aplikasi

DUGAAN KORUPSI PEMBANGUNAN JEMBATAN PANGWA

Kajari Pijay: Tidak Tertutup Kemungkinan akan Ada Tersangka Lain

Kajari Pijay: Tidak Tertutup Kemungkinan akan Ada Tersangka Lain
Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Pangwa, saat hendak diboyong ke ruang tahanan Mapolres Pidie Jaya. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya telah menetapkan Mahliza, Murtaza dan Azkial Hasan sebagai tersangka pada dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jembatan Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya.

Setelah ditetapkan ketiga tersangka tersebut, tidak tertutup kemungkinan pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) juga akan menyusul berstatus sebagaimana tiga nama itu.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pidie Jaya, Mukhzan, Selasa (23/2).

"Kami masih mempelajari tentang pertanggungjawaban pidana pihak-pihak lain. Hasilnya nanti akan disampaikan kembali. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka yang lain setelah ini," kata Mukhzan.

Baca: Peran Tiga Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Jembatan Pangwa

Diberitakan sebelumnya, ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah, Direktur PT Zarnita Abadi berinisial MAH, pengendali CV Trikarya Pratama Consultan yang memenangkan kegiatan pekerjaan pengawasan berinisial AZH, kemudian Direktur CV Trikarya Pratama Consultan berinisial MUR.

Kejari Pidie Jaya menduga tindak pidana korupsi pada jembatan Pangwa tersebut diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.049.766.589.

"Nilai kerugian ini berdasarkan hasil yang dilakukan perhitungan oleh tim ahli kami," jelas Mukhzan. 

Seperti diketahui,  jembatan penghubung antara Kecamatan Trienggadeng dengan Kecamatan Meureudu itu rusak akibat gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016.  

Pada tahun 2018 dengan dana rehab rekon dibawah tanggungjawab Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), jembatan tersebut kembali dibangun dengan nilai kontrak (sebelum andendum) Rp 10.995.440.000, dan Rp 11.217.385.000 setelah addendum yang dikerjakan oleh PT Zarnita Abadi.

Pantauan AJNN, setelah beberapa jam diperiksa dan dicek kesehatan, MAH, MUR, dan AZH diboyong ke ruang tahanan Mapolres Pidie Jaya mengunakan mobil tahanan Kejari setempat.

Baca: Masa Kontrak Habis, Jembatan Pangwa Belum Rampung Dikerjakan

Disamping itu, Kejari Pidie Jaya juga telah memeriksa Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, dan Bendahara pada BPBA, sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan kembali jembatan yang rusak akibat gempa Pidie Jaya itu.

"Dari BPBA yang telah diperiksa sebagai saksi adalah berinisial Yus, Luf, dan TAD, mereka adala PA, sebab sempat tiga orang Pengguna Anggaran ini. Kemudian PPTK berinisial TRK, dan bendahara," kata Kasi Pidsus Kejari Pidie Jaya, Wahyu Ibharim via seluler.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...