Unduh Aplikasi

Pengembalian Uang Dugaan Proyek Fiktif Batu Gajah, Kajari: Penyelidikan Tetap Lanjut

Pengembalian Uang Dugaan Proyek Fiktif Batu Gajah, Kajari: Penyelidikan Tetap Lanjut
Proyek pembangunan pantai Cunda Meuraksa Lhoksemawe tahun anggaran 2020, sudah dipenuhi pohon. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Pengembalian anggaran proyek Cunda-Meuraksa oleh rekanan ke rekening Kas Daerah (Kasda) bukan berarti proses penyelidikan kasus tersebut dihentikan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Mukhlis kepada AJNN, Rabu (27/1). Pihaknya juga menemukan pelanggaran kasus dugaan proyek fiktif batu gajah tersebut.

“Pengembalian anggaran bukan berarti kasus dihentikan, kasus tetap kami lanjutkan,” kata Kajari Lhokseumawe, Mukhlis.

Lanjut Mukhlis, pihaknya baru saja melakukan pra ekspos dengan tim hari ini, namun masih ada kekurangan keterangan yang harus diambil, karena baru ada sejumlah sumber data. Selain itu, juga masih perlu memanggil intansi terkait lainnya untuk memberikan keterangan.

“Kami juga sudah meminta auditor untuk pemeriksaan keuangan dengan melakukan audit agar bisa memastikan kerugian negara, penyimpangan dan sebagainya,” ujar Mukhlis.

Baca: Rekanan Proyek Cunda-Meuraksa Kembalikan Dana ke Kas Daerah Rp 4.2 Miliar

Menurut Mukhlis, kasus harus tetap berjalan dan tidak berhenti. Meskipun, katanya, ada sejumlah orang yang curiga kalau kasus tersebut tidak berlanjut.

“Kasus tidak berhenti dan tetap berlanjut, jikapun nanti ke depan kasus dihentikan, akan kami sampaikan ke media dengan alasan yang logis,” cetus Mukhlis.

Mukhlis juga meminta kepada semua pihak, agar terus mendukung Kejari Lhokseumawe dalam mengusut kasus tersebut secara tuntas, sehingga tidak timbul asumsi-asumsi yang salah.

“Meskipun pegawai Kejari Lhokseumawe sedikit, kami tegaskan dalam menyelesaikan kasus supaya tidak main-main. Bukan hanya kasus dugaan korupsi ini, lainnya juga harus tuntas,” imbuhnya.

HUT Pijay

Komentar

Loading...