Unduh Aplikasi

Kain dan Sarung Alas-Gayo, Usaha Menjanjikan di Masa Pandemi

Kain dan Sarung Alas-Gayo, Usaha Menjanjikan di Masa Pandemi
Foto: Ist

ACEH TENGGARA - Pandemi global Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya bidang kesehatan, pandemi juga meluluh lantahkan perekonomian secara global.

Alkausar, salah satu lulusan sarjana kesehatan masyarakat (SKM) di Aceh Tenggara, melihat banyak rekanya harus menelan pil pahit akibat goyahnya perekonomian selama pandemi. Apalagi dipusingkan dengan sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Pendapatan berhenti, tapi tidak dengan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan. Tidak mau berlama-lama melihat rekannya dalam keadaan menganggur, Alkausar memutar otak untuk mencari ide bisnis.

Bersama seorang rekannya, Zakayudin, pada Juni 2020, aia memutuskan membuat kreasi usaha kain dan sarung yang berkultur tradisional yang dibalut dengan modernisasi, kain yang mereka buat bermotifkan kultur adat Alas dan Gayo.

Berdasarkan kain dan sarung bermotif Alas, nama-nama kain dan sarun yang mereka jual juga berbeda-beda, diantaranya, motif Si Layakh, motif Si Pihekh, motif Bekhu Dinem dan motif Bekhu Dhihe serta untuk yang bermotif Gayo diberinama motif negeri seribu bukit, dan negeri di atas awan.

Ketika AJNN mengunjungi tempat usaha mereka di Desa Kute Seri, Senin (7/12), Alkausar mengaku harga yang dijual juga tidak terlalu mahal dan sangat mudah dijangkau. 

"Harga kain dan sarung yang kami jual Rp170 ribu hingga Rp 200 ribu," ungkapnya.

Masalah kualitas, Alkausar mengaku kain yang mereka juga tidak mudah luntur, nyaman dipakai dengan motif yang sangay indah.

“Kualitas tetap nomor satu bagi kami,“ jelasnya.

Bisnis kain dan sarungnya dijual secara pre order (PO), yang  dipromosikan melalui media sosial, WhatsApp dan Facebook. Bahkan sekarang sudah memiiki enam karyawan yang bekerja mengorderkan kain dan sarung. 

“Produksi kain dan sarung kami datangkan dari Jakarta dengan desain yang saya buat sendiri,” jelasnya.

Kini usaha, usaha mereka sudah meraup penghasilan belasan hingga puluhan juta per bulannya.

"Buah dari usaha kini sudah membuahkan hasil. Saya juga berharap dengan adanya produk kain yang kami buat berunsur tradisional ini bisa menjadi Icount baru untuk destinasi pariwisata dan juga sebagai motivasi bagi kalangan muda untuk lebih mencintai budaya asli di Agara,” pungkasnya.

|RIKI OCTA

Komentar

Loading...