Unduh Aplikasi

Kadistanbun Aceh: Sesuai Aturan, Alsintan Tidak Bisa Dibagikan ke Masyarakat

Kadistanbun Aceh: Sesuai Aturan, Alsintan Tidak Bisa Dibagikan ke Masyarakat
Foto: Ist

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, A Hanan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan tentang alat mesin pertanian (Alsintan) yang menumpuk di UPTD Mekanisasi Pertanian Aceh, di Indrapuri Aceh Besar sebelum disidak Komisi II DPR Aceh, Kamis (16/4) kemarin.

Terkait hal itu, A Hanan mengatakan, pada tahun 2019 pihaknya melaksanakan pengadaan power threasher sebanyak 15 unit dengan nilai Rp 228 juta, kemudian melalui APBA-P 2019 sebanyak 128 unit dengan nilai Rp 2,6 miliar lebih, dan serta Corn Sheller sebanyak 78 unit dengan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar dari rekening belanja modal yang merupakan aset Pemerintah Aceh.

Baca: Tahu DPRA Sidak, Alat Pertanian di UPTD Distanbun Aceh Buru-buru Disalurkan

"Karena itu peralatan tersebut sesuai aturan tidak bisa dibagikan kepada kelompok masyarakat," kata A Hanan dalam keterangannya yang diterima AJNN, Jumat (17/4).

A Hanan menyampaikan, alat tersebut diperuntukan guna mendukung peningkatan produksi dan menurunkan kehilangan hasil produk pertanian serta mendukung program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 49 Tahun 2019 yang dikonsentrasikan operasionalnya pada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat Kecamatan se-Aceh.

"Terkait dengan Combine Harvester (mesin potong padi) dan Traktor Roda 4 yang berada di gudang UPTD tersebut merupakan hasil penarikan kembali dari pihak Kerjasama Operasional (KSO) untuk dilakukan perbaikan karena terdapat sejumlah kerusakan kecil yang harus diperbaiki," ujarnya.

Distanbun Aceh, kata A Hanan, mencanangkan program peningkatan indeks pertanaman (IP) padi di sawah dari rata-rata 1,6 kali menjadi tiga kali setahun atau yang lebih dikenal dengan IP-300 di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, yang pelaksanaan pengolahan tanah pada Jumat 17 April 2020.

Untuk itu telah disiapkan traktor roda 4 sebanyak 15 unit untuk mengolah lahan seluas 500 hektare (Ha).

"Pengelolaan traktor roda 4, combine harvester, power threasher dan corn sheller dilaksanakan dengan pola KSO mengacu kepada qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2019 tentang Restribusi Aceh," ucapnya.

Dirinya menyebutkan, alokasi pendistribusian power threaser dan corn sheller untuk penguatan KONSTRATANI di BPP telah dialokasikan untuk masing-masing kabupaten se Aceh.

Diantaranya, Bireuen 32 unit power threaser dan 24 unit corn sheller, Aceh Besar 10 unit corn sheller, Aceh Utara 9 unit power threaser dan 6 unit corn sheller, Aceh Selatan 40 unit power threaser dan 15 corn sheller, Simeulu 45 power threase, Aceh Tengah 10 unit power threaser, Gayo Lues 7 unit corn sheller, Aceh Barat Daya 6 unit corn sheller.

"Alat tersebut sudah dan sedang distribusikan ke Kabupaten /Kota namun terkendala transportasi kondisi Covid-19," sebut A Hanan.

A Hanan juga menjelaskan, sesuai Surat Gubernur Aceh Nomor 520/5643 tertanggal 02 April 2020 yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se- Aceh perihal stabilitas pangan Aceh, Pemerintah Aceh akan memfasilitasi traktor roda 4 untuk pengolahan tanah dalam rangka percepatan tanam padi dan jagung dengan biaya operasional ditanggung oleh kabupaten/kota masing-masing. 

Komentar

Loading...