Unduh Aplikasi

Dayah Sudah Boleh Beraktifitas, Usamah: Tidak Bertentangan dengan Instruksi Gubernur

Dayah Sudah Boleh Beraktifitas, Usamah: Tidak Bertentangan dengan Instruksi Gubernur
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny. Foto: Facebook

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Kadisdik Dayah) Aceh, Usamah mengatakan bahwa keterangannya yang memperbolehkan dayah melakukan aktifitas belajar kembali tidak bertentangan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 8 Tahun 2020 tentang perpanjangan masa belajar dari rumah.

"Tidak ada pertentangan antara Surat Gubernur Aceh Nomor 440/7713 tanggal 28/5 perihal Kerjasama Puskesmas dan Dayah Terhadap Protokol Kesehatan Dayah dengan Ingub Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Tanggap Darurat Covid-19 di Aceh," kata Usamah kepada AJNN, Sabtu malam (30/5).

Baca: Pemerintah Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah hingga 20 Juni 2020

Kata Usamah, surat Gubernur Aceh Nomor 440/7713 itu ditegaskan pada poin 2.a.1 bahwa proses belajar mengajar (PBM) di dayah dapat dimulai kembali seperti biasa dengan terlebih dahulu melakukan penyesuaian jadwal, yakni bagi dayah terpadu/Tahfidz yang menggunakan kurikulum Kemenag atau Kementerian Pendidikan.

Sehingga, jadwal PBM disesuaikan dengan kebijakan yang dikeluarkan Kemenag dan atau Kementerian Pendidikan, sedangkan bagi dayah salafiah kebijakan PBM diserahkan kepada pimpinan Dayah.

"Kalimat (diserahkan kepada pimpinan dayah) juga dijelaskan pada klausul berikutnya, dengan syarat menerapkan Protokol Covid-19 di lingkungan dayah Dan sebelum PBM dimulai agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota masing-masing," ujarnya.

Kemudian, lanjut Usamah, dayah terpadu/tahfidz yang menggunakan kurikulum Kemenag dan Kementerian Pendidikan memang harus berkoordinasi. Hal itu karena dua instansi tersebut terlibat dalam PBM kedua jenis dayah tersebut.

"Termasuk misalnya menandatangani ijazah, mengawasi pelaksanaan kurikulum, juga menempatkan guru PNS, serta membiayai dengan BOS. Maka menjadi niscaya dayah terpadu/ tahfidz oleh berkoordinasi dengan kedua kementerian itu," tutur Usamah.

Sebelumnya, Usamah menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sudah mempersilahkan kembali dayah di Aceh untuk melaksanakan aktifitasnya seperti biasa, dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Tertuang dalam Surat Gubernur Aceh Nomor 440/7713/2020 tanggal 28 Mei 2020 perihal Kerja Sama Puskesmas dan Dayah Terhadap Protokol Kesehatan di Dayah.

Sementara disisi lain, hari ini Pemerintah Aceh kembali memperpanjang kegiatan belajar dari rumah hingga 20 Juni 2020 mendatang.

Kebijakan tersebut dituangkan dalam Instruksi Gubernur Aceh nomor 08/INSTR/2020, tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Tanggap Darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh yang diteken Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Ingub itu berlaku untuk semua Sekolah, madrasah, dayah terpadu/tahfidz, dan lembaga pendidikan lainnya seperti taman pendidikan qur’an, majelis taklim, madrasah diniyah takmiliyah, program kesetaraan, lembaga kursus dan pelatihan.

Komentar

Loading...