Unduh Aplikasi

Kadis PK Pijay Pantau Proyek Sekolah

Kadis PK Pijay Pantau Proyek Sekolah
Wpid 20141221 122630
Pidie Jaya. Masa anggaran tahun 2014 yang hanya sisa beberpa hari kedepan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK)  Kabupaten Pidie Jaya, Dr.Roeslan Abdulgani memantau seluruh proyrek pembangunan sekolah yang dikelola Panita Pembangunan Sekolah (PPS) di kabupaten setempat.  Pemantaun dilakukan guna menghindari proyek tidak rampung tanggal sebelum 25 Desember 2014.         

Dr. Roeslan Abdulgani kepada AJNN, Minggu (21/12)  saat meninjau proyek di sejumlah sekolah mengatakan, pemantaun yang dilakukannya guna untuk memacu progres proyek supaya rampung tepat waktu sebulum anggaran tahun 2014 ditutup, serta untuk menghidari dari maslah yang mungkin ditimbulkan. “ sebab dana pemebangunan sekolah yang dikelola PPS, sudah lebih dulu di amprah semuanya,” kata Roeslan.

Roslan menyebutkan, seluruh proyek yang dikelola PPS, hampir semua sekolah proyeknya sudah dalam masa rampung 100 persen. Hanya dibeberapa sekolah lagi  yang belum selesai. saat ini proyek yang  belum rampung 100 persen tersebut hanya sisa finishing. Katanya, proyek yang belum rampung tersebut seperti pembangun kandang lembu di Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Ulim dan beberapa sekolah lainya. 

Ia menandaskan, bila proyek yang dikelola PPS ini tidak selesai sebelum tanggal 25 bulan ini, masalah pasti akan muncul, “ Makanya saya mengharapkan dan menekankan kepada semua kepala sekolah untuk terus memacu pengerjaan proyek yang dikelolanya, jangan sampai nanti bermasalah dengan hukum,” tegas mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Aceh ini.         

Amatan AJNN dilapangan, sejumlah sekolah di Kecamatan Bandar Baru telah memasuki rampung 100 persen, diantaranya, rehab berat  raung belajar  Sekolah Dasar (SD) Musa Baroh dengan anggaran R p 114 juta, rehab sedang  ruang belajar SD Neulop Mate dengan anggran Rp 50.7 jut, rehab berat  ruang belajar SD Mon sagoe dengan anggaran Rp 114 juta dan rehab berat tiga ruang belajar SMAN 1 Bandar Baru dengan anggaran Rp 249 juta.

IKHSAN PM

Komentar

Loading...